Dewan Minta Hentikan Reklamasi Pantai

Baktiono

Baktiono

Surabaya –¬†Reklamasi pantai yang ada di wilayah Kenjeran sampai saat ini masih berlangsung. Dalam dengar pendapat di Komisi C bidang Pembangunan (Pemb) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya.

Baktiono Ketua Komisi C DPRD Surabaya meminta reklamasi tersebut untuk segera dihentikan.

Dimana reklamasi itu dilakukan oleh PT Pakuwon, PT Granting Jaya maupun warga Bulak.

“Tindakan itu, melanggar Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur (Perda Prov Jatim) nomor 1 tahun 2018,” kata Baktiono.

“Bahwa setiap kegiatan reklamasi harus mendapat izin dari Gubernur Jatim, yang mempunyai wewenang 12 mil dari bibir pantai” urainya.

Masih kata Baktiono, reklamasi ini berawal dari inisiatif warga yang ingin mempunya tempat pengeringan ikan. Sebab selama ini mereka menjemurnya dipinggir jalan.

Lanjut Baktiono, hal tersebut sempat disampaikan warga ke Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Bukannya dibangun tempat pengeringan ikan, malah dibuat Sentra Ikan Bulak (SIB).

Rupanya cara warga melakukan reklamasi tersebut. Dimanfaatkan oleh pihak lain untuk membangun pemukiman mewah di kawasan itu.

“Kita inginkan, warga menghentikan aktifitas pengurukan, karena melanggar hukum,” ungkapnya. “Dan menghindari kejadian yang tidak diinginkan dikemudian hari,” tuturnya.

Hanafi salah seorang warga kelurahan Sukolilo mengatakan, kalau pengurukan itu dilakukan sejak tahun 1990. “Karena ini adalah tanah milik nenek moyangnya yang tergerus air laut” katanya.

Hanafi menambahkan, pengurukan itu atas inisiatif warga dan sudah disetujui oleh pengurus kampung dan dan Kelurahan pada saat itu.

“Setiap tanah yang diuruk juga sudah terbit¬†Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT)¬†sekitar seratus jumlahnya,” terangnya. “Tapi belum semua lahan sudah teruruk, baru sekitar 50 persen saja,” jelas Hanafi.

Hanafi menyampaikan, kalau warga selama ini tidak tahu kalau itu melanggar aturan, karena tidak ada sosialisasi.

Begitu mendapat peringatan dari legislatif terkait reklamasi pantai. “Terserah warga nantinya bagaimana” pungkasnya.