Sidang Perdana Jasmas Binti Rochma

kejagungSurabaya –¬†Binti Rochma merupakan mantan legislatif Surabaya yang terjerat kasus penyimpangan anggaran Jaring Aspirasi Masyarakat Tahun Anggaran (Jasmas TA) 2016.

Dalam sidang pertama di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya. Agenda sidang hari ini adalah pembacaan surat dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Perak.

“Sidang perkara nomor 119 atas nama terdakwa Binti Rochma dibuka dan terbuka untuk umum,” kata Hisbullah Idris Ketua Majelis Hakim .

“Bahwa Ia, terdakwa Binti Rochma selaku anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya periode 2014-2019 baik sendiri sendiri dan atau bersama sama Agus Setiawan Jong pada waktu yang tidak dapat ditentukan secara pasti antara bulan Maret 2015 sampai dengan tahun 2017 bertempat di Kantor DPRD Kota Surabaya telah melakukan atau yang turut serta melakukan perbuatan secara melawan hukum dengan pelaksanaan kegiatan dana hibah Pemerintah Kota Surabaya APBD 2016,” kata M Fadil JPU saat membacakan surat dakwaan.

Lanjut M Fadil, dalam pelaksanaan kegiatan program Jasmas tersebut, terdakwa Binti Rochma telah bekerjasama dengan Agus Setiawan Jong untuk membuat proyek pengadaan barang-barang.

Dalam kerjasama tersebut, Agus Setiawan Jong telah menyiapkan proposal yang siap disebarkan ke pengurus kampung.

“Dari proposal tersebut, Agus Setiawan Tjong menawarkan pembagian keuntungan kepada terdakwa Binti Rochma sebesar 10 hingga 15 persen dari hasil pelaksanaan kegiatan dana hibah serta membantu pemilihan anggota DPRD Surabaya tahun 2019-2024,” tutur M Fadil.

Dari ratusan proposal yang diajukan terdakwa Binti Rochma. Hanya 28 proposal yang lolos verifikasi.

“Bahwa perbuatan terdakwa dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara sebesar Rp (rupiah) 576.648.576,89,” ungkapnya.

Atas dakwaan tersebut melalui Sudiman Sidabuke tim penasehat hukum Binti, mengaku tidak mengajukan eksepsi atau keberatan.