Kejagung Amankan Uang Ratusan Milyar

Gedung Kejaksaan Agung

Gedung Kejaksaan Agung

Jakarta – Kinerja Kejaksaan Agung (Kejagung) patut diacungi jempot. Berkat kegigihan dalam memberantas Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Kejagung berhasil mengembalikan uang dari korupsi sebesar Rp (rupiah) 447 miliar.

Uang tersebut merupakan hasil dari kejahatan korupsi proyek PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Batubara. Sementara Kokos Leo Lim sebagai koruptor elah diamankan.

“Hari ini adalah eksekusi barang bukti dengan nilai Rp 477.359.539.000, yang ada di sini Rp100 miliar,” kata ST Burhanuddin Jaksa Agung (Jagung). “Artinya, kalau ditumpuk di sini kita tidak akan kelihatan yang di sini,” tambahnya.

Masih kata Burhanuddin, bahwa uang tersebut saat ini telah disetor ke kas negara lewat sistem informasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) online Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan (Kejari Jaksel)

Berdasar putusan Mahkamah Agung (MA) Nomor 3318k/pid/sus Tahun 2019 tertanggal 17 Oktober 2019. Kokos dijatuhi pidana 4 tahun penjara, dikurangi selama terdakwa berada di tahanan. Kokos juga diharuskan membayar uang pengganti sebesar Rp 477 miliar.

Perlu diketahui, kasus korupsi tersebut berawal dari PT PLN Batubara dan PT Tansri Madjid Energi (PT TME) yang bekerja sama untuk pengadaan batu bara.Sedangkan Kokos sendiri selaku Direktur Utama (Dirut) PT TME.

Namun, setelah meneken kerja sama ternyata PT TME tidak melakukan kajian teknis. PT TME justru melakukan pengikatan kerja sama jual beli batubara yang masih berupa cadangan.