Jokowi Sindir Banyaknya Aturan

Joko Widodo

Joko Widodo

Bogor – Di dalam Rapat Koordinasi Nasional Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Rakornas Forkompida). Joko Widodo (Jokowi) Presiden Republik Indonesia (RI) sempat menyinggung tentang kebiasaan kunjungan kerja (kunker) pada kalangan eksekutif dan legislatif.

Jokowi kembali mengingatkan pada semua Kepala Daerah (Kada) juga Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) seluruh Indonesia agar tidak banyak membuat aturan yang mempersulit fleksibilitas birokrasi.

“Jangan membuat banyak-banyak Peraturan Gubernur (Pergub), Perbup Peraturan Bupati (Perbup), Peraturan Wali Kota (Perwali),” kata Jokowi.

“Negara ini sudah kebanyakan peraturan dan negara kita bukan negara peraturan,” tambahnya.¬†

“Semua diatur malah kita terjerat sendiri, hati-hati,” ungkapmya. “Setop itu sudah, dikit-dikit¬†diatur, akhirnya kecepatan dalam bergerak, memutuskan terhadap perubahan-perubahan yang ada menjadi tidak cepat,” terangnya.

“Padahal negara sebesar apapun penginnya fleksibel, cepat merespons semua perubahan,” urainya.

“Saya tahu buat Perda pasti ada kunker, ada studi banding, saya¬†ngerti, saya¬†ngerti, tapi setop,” tegas Jokowi. “Dan di kunker ada apanya, saya¬†ngerti¬†dan di studi banding ada apanya saya¬†ngerti, saya orang lapangan,” tuturnya.

Jokowi mengatakan, dirinya akan memerintahkan jajarannya untuk membuat landasan hukum yang jelas. Bahkan Jokowi meminta mulai dari pemerintah pusat sampai pemerintah daerah fleksibel dalam birokrasi.

“Kebanyakan peraturan pusing sendiri, fleksibilitas paling penting, kecepatan paling penting, semua negara menuju ke situ, siapa yang lebih cepat dia yang menang,” pungkas Jokowi.