Pernyataan Gubernur Sebagai Alarm Untuk Pemkot

Vinsensius

Vinsensius

Surabaya – Ketegangan antar pemegang kebijakan terkait keberadaan stadion Gelora Bung Tomo (GBT). Telah menjadi perhatian umum juga mantan anggota dewan Surabaya.

“Penyampaian bu Gubenur (Khofifah Indar Parawansa) jangan lantas diartikan adanya keinginan beliau untuk semena-mena memindahkan lokasi bertandingnya piala dunia usia 20,” kata¬†Vinsensius (Awey) Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai NasDem Surabaya.

Awey menambahkan, apa yang disampaikan Khofifah merupakan bentuk perhatiannya pada kota Surabaya sebagai ibukota Provinsi Jawa Timur (Prov Jatim.

“Gubenur dan kita semua tentu tidak ingin kalau nantinya nama Surabaya tercoreng dengan adanya protes official, pemain ataupun penonton dari berbagai negara terkait kondisi stadion GBT yg ada saat ini,” tembahnya.

Persoalan fisik bangunan dan sarana prasarana GBT saat ini, lanjut Awey, tidak diragukan dan bahkan adalah yang terbaik dibandingkan stadion2 lainnya di jawa timur.

Namun yang jadi masalah adalah bau tidak sedap yang muncul dikarenakan berdekatan dengan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Benowo.

Artinya kita juga harus realistis dan jangan hanya mikirkan kebanggaan atau prestisius semata. Namun juga perlu dipikirkan tentang kondisi stadion GBT yg ada saat ini.

“Dengan demikian apa yang disampaikan oleh Gubenur tidak lantas membuat jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya reaktif dan emosional,” ungkap Awey.

“Jangan sampai pula berpikir seolah-olah Gubenur ingin menghentikan kebanggaan Pemkot Surabaya maupun warga kota Surabaya sebagai tuan rumah piala dunia usia 20 dengan memindahkan lokasi pertandingan,” jelasnya.

“Justru pernyataan Gubenur dijadikan sebagai alarm diawal untuk Pemkot Surabaya mengantisipasinya, ambil sisi positifnya dan sungguh-sungguh membenahi kondisi stadion yang ada,” pungkas Awey.