Imam Hanya Menjalankan Fungsinya

Vinsensius

Vinsensius

Surabaya РKritikan pedas yang dilontarkan Imam Syafii dari Partai Nasional Demokrat (NasDem) disaat sidang paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya beberapa waktu lalu.

Rupanya telah membuat sebagian kalangan dewan dan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, kebakaran jenggot.

“Imam Syafii hanya menjalankan fungsinya sebagai anggota dewan untuk mengawasi dan mengingatkan,” kata Vinsensius (Awey) Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai NasDem Surabaya.

Masih kata Awey, fungsi pengawasan menjadi titik krusial penciptaan pemerintahan yang baik. Sebab hal itu akan mempersempit ruang akan perbuatan yang tercela.

Dengan semakin kritisnya legislatif terhadap Pemkot Surabaya sebagai mitra. Semua itu akan menjadikan pemerintahan yang bersih, berwibawa dan tidak tercela.

Awey berharap Tri Rismaharini (Risma) Wali Kota Surabaya tidak perlu terbawa perasaan. Hingga meminta pada seluruh jajaran dibawahnya tidak berbicara ke media.

“Apa yang disampaikan oleh kader NasDem adalah bentuk peringatan saja,” tambahnya. “Agar dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang ada jangan sampai disalahgunakan untuk kepentingan tertentu,” urainya.

“Dalam membentuk ‘personal branding’ dan desas desus diluaran soal adanya mafia perizinan di lingkungan Pemkot Surabaya,” tuturnya.

Awey mengungkapkan, Imam menyampaikan seperti itu. Karena ada begitu banyak suara sumbang diluar yang menyoroti aktivitas kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tertentu yang dikaitkan dengan  Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Surabaya 2020.

“Maka dari itu, Imam memberikan perhatiannya dan wujud kasih sayangnya kepada Wali Kota, dengan menyampaikan kedua hal tersebut di atas untuk dijadikan perhatian,” jelasnya.

“Jadi mari kita akhiri polemik ini dengan masing-masing pihak melakukan evaluasi ke dalam,” pungkas Awey.