Risma Dan Eri Diserang, PDIP Membela

Ipuk (Kiri), Risma (Tengah) dan Whisnu Sakti (Kanan)

Ipuk (Kiri), Risma (Tengah) dan Whisnu Sakti (Kanan)

Surabaya – Tajamnya kritikan yang dilontarkan oleh salah seorang anggota dewan terhadap Tri Rismaharini (Risma) Wali Kota Surabaya dan Eri Cahyadi Kepala Badan Perencana dan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya, langsung direspon oleh Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya.

”Pak Imam (Imam Safii Partai NasDem) berlebihan,” kata Syaifuddin Zuhri (Ipuk) Ketua FPDIP DPRD Surabaya. “Para pejabat Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memang sudah seharusnya turun ke lapangan,” tambahnya.

“Karena mereka ditunggu warganya untuk menjabarkan program-programnya, dan bila mana ada masalah dilapangan bisa segera dicari solusinya agar tidak berlarut-larut,” terangnya.

”Begitu juga dengan Pak Eri, beliau turun sampai ke tingkat paling bawah, Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW), memang itu tugasnya sebagai kepala Bappeko untuk mengetahui aspirasi, mengecek program, sebagai bekal perencanaan pembangunan kota,” jelas Ipuk.

Masih kata Ipuk, salah satu tugas pokok dan fungsi Bappeko adalah melakukan monitoring maupun evaluasi pada bidang pembangunan.

”Itu diperlukan untuk memastikan pembangunan berjalan secara berkesinambungan dan tidak terpisahkan dari perencanaan kota,” urainya.

”Bu Risma dan seluruh jajaran Pemkot Surabaya harus tetap turun ke lapangan, masuk ke kampung-kampung, menyerap aspirasi rakyat dan menyelesaikan permasalahan yang ada. Rakyat mengapresiasi kinerja Bu Risma, bahkan Bu Risma pun menolak jadi menteri karena tidak ingin mengecewakan rakyat Surabaya,” pungkasnya.

Seperti diketahui, semua itu berawal dari pedasnya kritikan Imam Safii terhadap Eri yang akan ikut dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Surabaya. “Ini kan mau Pilwali, saya langsung saja, Kepala Bappeko itu sering offside,” kata Imam.

“Hal-hal yang seharusnya dikerjakan Kepala Dinas (Kadis) langsung dikerjakan sendiri, sampai masuk-masuk ke Kelurahan segala dan menjanjikan ke RW-RW akan mengakomodir programnya,” ungkapnya. “Sampai menjanjikan kalau tidak bisa bakal mundur, ini kan tidak benar,” ujar Imam.

Imam mengingatkan tentang Kepala Bappeko bekerja sesuai tugas dan fungsinya. “Hanya sampai perencanaan saja, kalau sudah sampai program atau apa lainnya kan sudah offside,” tutut Imam.