TRC PA Jatim Berharap Presiden Bubarkan Lembaga Boros

Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan Dan Anak

Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan Dan Anak

Surabaya – Pesta demokrasi lima tahunan telah mencapai puncaknya dengan dilantiknya Presiden Joko Widodo dan KH. Makruf Amin sebagai presiden dan wakil presiden terpilih 2019-2024.

Presiden Jokowi akan melanjutkan Lima agenda besar dalam pemerintahan selanjutnya dan akan mengutamakan pembangunan SDM yang berkualitas.

Tahun 2019 merupakan tahun yang sangat melelahkan dengan kasus Hoax yang mendominasi.

Ketua Korwil JTRC Perlindungan anak Jawa Timur, Alfan Arif, ketika diminta keterangan soal harapan terhadap pemerintahan Jokowi tahap kedua mengatakan bahwa Presiden harus berani mengambil kebijakan yang tidak populis dan bebas intervensi dari kekuatan manapun demi kepentingan rakyat.

Presiden harus mengambil langkah tegas dengan meniadakan lembaga atau kementerian yang selama ini hanya memboroskan anggaran dan kurang berguna untuk masyarakat.

Dijelaskan, tahun 2019 merupakan tahun suram dimana dunia pelajar telah masuk ranah demokrasi dengan ikutan aksi mendukung kakak mahasiswa yang menolak RUU KPK walaupun akhirnya saat ini sudah berlaku.

Untuk itu Tim Reaksi CEPAT Perlindungan anak KORWIL Jawa Timur mendorong agar presiden bisa mengevaluasi keberadaan KPAI agar bisa lebih pro aktif dalam mengurusi persoalan anak dan jangan hanya menunggu jika ada kasus yang muncul.