Harus Ada Solusi Pada PPDB Mendatang

Arif Fathoni

Arif Fathoni

Surabaya – Dunia pendidikan masih saja menjadi permasalahan yang tidak kunjung ada titik terang penyelesaian.

Seperti halnya pada sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang berbasis zonasi. Masyarakat berharap pada PPDB tahun depan meminta supaya dibenahi.

Arif Fafhoni (Toni) Ketua Fraksi Partai Golongan Karya Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (F-PG DPRD) Surabaya mengatakan, masyarakat masih trauma dengan kisruhnya PPDB tahun 2019 kemarin.

Masih kata Toni, kenyataannya keberadaan sekolah tidak tersebar secara merata. Sehingga berimbas langsung pada penerapan PPDB dengan sistem zonasi

“Kasihan mereka yang dari sisi nilai mencukupi tapi tidak masuk zonasi,” kata Toni. “Jadinya tidak bisa mendaftar, ini harus ada jalan keluar,” ungkapnya.

“Di Medokan Ayu Gununganyar misalnya, sampai sekarang tidak ada sekolah Negeri,” tuturnya. “Kalaupun ada, cukup jauh dan tidak masuk zonasi,” bebernya.

Toni mengungkapkan, banyak keluhan dari masyarakat saat pendaftaran PPDB Kemarin. Penduduk di Medokan Ayu cukup banyak sementara sementara sekolah yang dituju tidak masuk zona mereka.

Toni berharap Pemerintah Kota (Pemkot) segera memberi solusi. Dirinya berkeyakinan kondisi semacam itu tidak hanya terjadi di Medokan Ayu saja.

“Paling tidak ada Sekolah Negeri di tiap Kelurahan, kalau mau sistem zonasi berjalan lancar,” pungkasnya.

Hal senada juga diungkapkan Minun Latif Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB) DPRD Surabaya. Di Surabaya Barat juga minim sekolah lanjutan negeri. “Harusnya Pemkot Surabaya membangun sekolah-sekolah baru di wilayah itu,” kata Minun.