Demo BPJS Kesehatan Ricuh

bpjsMakassar – Kenaikan biaya kesehatan sebesar 100 persen akibat jebolnya anggaran Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS) Kesehatan mendapat penolakan.

Ratusan intelektual muda yang tergabung dalam Front Mahasiswa Makassar (FMM) melakukan aksi turun ke jalan.

Mereka mendatangi kantor BPJS Kesehatan Makassar guna menyuarakan suara rakyat. Rupanya suasana berubah memanas, bahkan ada aksi dorong antara mahasiswa dengan aparat kepolisian.

Kemudian ratusan FMM bergeser ke kantor Gubernur Sulawesi Selatan (Gub Sulsel). Junaedi selaku koordinator aksi menyampaikan, kita kembali turun ke jalan untuk menggugat dengan isu kenaikan BPJS 100 persen.

Beberapa tuntutan tersebut adalah yang pertama kita menutup secara simbolis kantor BPJS. Dengan cara itu berarti kita akan terjadi penolakan atau kita menyampaikan bahwasanya kita membubarkan BPJS.

Tidak berselang lama, perwakilan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel menemui massa pendemo. Dihadapan Pemprov Sulsel, mereka meminta Pemprov Sulsel mendukung dan menolak kenaikan iuran BPJS Kesehatan.

“Karena tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat bawah, kita sama-sama menolak dan membubarkan BPJS karena kenapa,” kata Junaedi.

“Karena sampai hari ini tidak membawa dampak signifikan untuk masyarakat golongan bawah,” pungkasnya.