JANGAN BERMAIN-MAIN DENGAN ANGGARAN DAK,MESKIPUN DI BUNGKUS DENGAN SWAKELOLA

Hery Aktivis Anti Korupsi Daerah Kabupaten Magelang

Hery Aktivis Anti Korupsi Daerah Kabupaten Magelang

Jawa Tengah, Portal-Nasional.co – Dalam meningkatkan Pendidikan Nasional melalui pengembangan sarana dan prasarana Pemerintah Daerah Kabupaten Magelang melalui Dinas Pendidikan menggelontorkan Dana Milliar Rupiah untuk Pembangunan Ruang Kelas Baru, Rehab Ruang Kelas, Pembuatan Ruang WC Baru, Ruang Inklusif Baru, Rehab Ruang Guru, Rehab Ruang Perpustakaan dan Rehab Jamban/WC. Dana Yang di gunakan untuk mendukung semua itu diambilkan dari Dana Alokasi Khusus Murni Tahun (DAK Murni) Tahun 2019.

Dengan Dana DAK Milliaran Rupiah diharapkan hasil Pembangunan dapat maksimal dan baik, agar anak didik dapat menikmati dengan nyaman dalam proses belajar.

Hery Aktivis Anti Korupsi Daerah Kabupaten Magelang,berharap hasil Pembangunan dapat maksimal dan lebih baik. Jangan main-main dalam mengunakan dana DAK,meskipun itu di bungkus dengan SWAKELOLA. Justru dengan model seperti itu rentan terjadi penyimpangannya. Hery mengatakan bahwa dari hasil Investigasinya masih banyak menemukan pembangunan nya kurang bagus, dugaan sementara karena kurang aktif nya Konsultan yang ditunjuk untuk monitoring pembangunan nya. Setiap kami dan rekan-rekan aktivis Anti Korupsi Daerah mengunjungi sekolah-sekolah yang mendapatkan bantuan Dana DAK Murni selalu mengatakan jarang di datangi konsultan nya. Ada apa sebenarnya ini ?

SWAKELOLA Rehab Ruang Kelas Baru di salah satu Sekolah Dasar Kabupaten Magelang penerima DAK Murni 2019.

SWAKELOLA Rehab Ruang Kelas Baru di salah satu Sekolah Dasar Kabupaten Magelang penerima DAK Murni 2019.

Saat Portal Nasional.co mengkonfirmasi kan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Magelang para pihak yang akan di konfirmasi sedang tidak ada ditempat, karena dinas luar. Hery mengingatkan bahwa jangan macam-macam dalam mengunakan Dana DAK, karena sudah banyak di beberapa daerah pelaksana SWAKELOLA nginap di Hotel Prodeo Aparat Penegak Hukum, KPK, Kejaksaan dan Polri. Inspektorat harus benar-benar melakukan pengawasan lebih ketat. Jika kami menemukan perbuatan atau permufakatan dalam Pelaksanaan pembangunan nya, tidak segan-segan kami akan membuat aduan ke Aparat Penegak Hukum. ( Gn3 )