Seorang Dewan Baru Temui Massa Demo

Mahfud

Mahfud

Surabaya – Paripurna istimewa pelantikan 50 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya periode 2019 – 2024, ternyata diwarnai adanya aksi unjuk rasa.

Harapan besar masyarakat Surabaya para anggota dewan yang baru ini benar-benar dijalankan sesuai dengan Tugas Pokok dan Fungsinya (Tupoksi) dengan bersih dari nilai-nilai dan paktek Korupsi, Kolusi dan Nepotisma (KKN).

Mengingat, pada periode sebelumnya masih banyak dijumpai sebagian anggota dewan terjerat kasus korupsi dan praktek-praktek yang kotor lainnya.

Semua itu terbukti dengan 6 anggota DPRD Surabaya periode 2014 – 2019 terjerat kasus Jaring Aspirasi Masyarakat Tahun Anggaran (Jasmas TA) 2016.

Hal itu yang membuat massa dari Japri dan LIRA Surabaya yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Berdaulat menuntut, menyuarakan bahkan mengingatkan pada anggota dewan baru.

‚ÄúAnggota dewan harus memiliki jiwa integritas yang tinggi sesuai dengan tupoksi dewan itu sendiri,” kata¬†Ifen Wahyudi selaku koordinator aksi.

“Anggota dewan harus bersih dari korupsi dan praktek-praktek nakal lainnya,” tambahnya.

“Apabila ada anggota dewan yang masih berurusan dengan kasus korupsi, mohon dengan hormat untuk mundur dari anggota dewan dan segera tim Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) menindaknya,‚ÄĚ ungkapnya.

Tidak lama kemudian, Mahfud merupakan anggota DPRD Surabaya dari Frakai Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) yang baru saja dilantik menemui massa pengunjuk rasa

Dihadapan massa Aliansi Pemuda Bwrdaulat, Mahfud menyatakan akan menyuarakan tuntutan rakyat. Bahkan dirinya berjanji akan selalu membuka pintu terhadap orang-orang pergerakan yang menyuarakan aspirasi rakyat.

Tidak hanya itu, Mahfud juga  bersedia menandatangani Pakta Integritas Anggota DPRD Kota Surabaya di atas materai.