Nekat, Kontraktor Magelang Banting Harga Untuk Dapatkan Proyek

Hery Aktivis Anti Korupsi Daerah Kabupaten Magelang

Hery Aktivis Anti Korupsi Daerah Kabupaten Magelang

Jawa Tengah, portal nasional – Masalah yang harus dihadapi kalangan pengusaha jasa konstruksi, sepertinya tidak pernah berhenti saling sikut para Kontraktor demi untuk mendapatkan paket pekerjaan cara saling dlosoran dalam melakukan penawaran pada setiap pelelangan pekerjaan di bidang barang dan jasa pemerintah. Pokoknya mendapatkan paket pekerjaan.

“Padahal dengan penawaran harga dlosoran (turun tajam) hasil pekerjaan konstruksinya patut di ragukan. Apakah mereka (kontraktor) tidak membayangkan jika nantinya akan berpotensi melawan hukum. Kalau hal itu terjadi, siapa yang harus disalahkan ?,” terang Hery Aktivis Anti Korupsi Daerah.

Sungguh sangat disayangkan melihat persaingan yang tidak sehat antar Kontraktor di Kabupaten Magelang ini. Sepertinya rekan-rekan tidak menghiraukan,karena masih saja terjadi penawaran diatas 20%. Kalau masih saja seperti itu, bisa dibayangkan hasil pekerjaan nya pasti kurang baik, bahkan tidak sesuai Spek nya karena terjadi pengurangan volumenya.

Padahal sudah banyak para pengusaha jasa konstruksi yang terseret ke ranah hukum dan pidana, karena adanya tuduhan merugikan Keuangan Negara setelah ditemukan pada saat di lakukan investigasi dan Audit Konstruksi. Kalaupun sampai penegak hukum masuk ke dunia jasa konstruksi, sebenarnya juga karena adanya Laporan yang disampaikan baik oleh masyarakat, LSM dan publikasi oleh media yang dianggap sebagai bentuk aduan masyarakat.

“Namun, bisa juga dari kalangan sesama kontraktor itu sendiri. Agar semua berjalan baik, jangan sampai ada ego sektoral para pengusahanya”, tegas Hery Aktivis Anti Korupsi, yang saat ini sedang mempersiapkan pembentukan Komite Advokasi Daerah Kabupaten Magelang.

“Bahkan sebaliknya,tumbuhkan sikap rukun sesama pengusaha jasa konstruksi atau dengan Asosiasinya (GAPENSI)”, tambah Hery.

Kalau kerukunan ini bisa dikembangkan pasti tidak akan terjadi saling sikut, saling dlosoran (banting harga) dalam mendapatkan paket pekerjaan. Ya diusahakan dengan cara yang baik sesuai ketentuan. Demikian pula setelah memenangkan pekerjaan jangan sampai pengerjaan diberikan pada kontraktor lain, apalagi dari hasil harga dlosoran itu yang akibatnya tentu akan mengurangi kualitas pekerjaan.

“Kedepannya saya berharap pada rekan-rekan kontraktor semestinya harus bisa bekerja sama dengan positif dan tidak saling sikut. Begitu juga pada rekan-rekan ULP dan PPK untuk lebih mencermati jika ada yg dlosoran sampai lebih dari 20%. Bisa saja itu dilakukan, asalkan memiliki semua dukungan baik itu bentuk finansial, material, peralatan, trasportasi, hotmix, Amp dsb”, ungkap Hery./(Gn3)