Penawaran “Ndlosor”, Hasil Pekerjaan Kontruksinya Layak Diragukan

Hery, Aktivis Gerakan Anti Penyimpangan Anggaran Untuk Pembangunan

Hery, Aktivis Anti Korupsi dan Penyalahgunaan Anggaran Jawa Tengah

Jateng, Portal-Nasional.coD – Didalam Proses Lelang Pengadaan Barang Dan Jasa Di Kabupaten Magelang, terutama Jasa Kontruksi. Hingga berita ini diturunkan masih saja ditemukan pemenang lelang dengan penawaran N’dlosor (harga turun jauh dari anggaran yang disiapkan). Hal ini dapat menimbulkan persaingan yang tidak sehat antar Penyedia Jasa (Kontraktor).

“Kalau saya nawar paket pekerjaannya dengan tidak N’dlosor, sudah pasti saya kalah tidak dapat pekerjaan. Makanya saya harus ikut melakukan penawaran harga dlosoran, pasti saya menang untuk dapat paket pekerjaan, kata salah satu penyedia Jasa (Kontraktor) saat ditemui Portal Nasional .

“Dengan penawaran yang N’dlosor, tanpa memiliki kemampuan dan dukungan Pasti penyedia jasa konstruksi mengalami kerugian dan patut diragukan hasil pekerjaan nya..?!,” kata Hery aktivis anti korupsi Kabupaten Magelang.

“Namun, kalau penyedia jasa mengalami keuntungan, patut saya duga terjadi penyimpangan. Saya lihat ada beberapa paket pekerjaan pembangunan jembatan yang kurang lebih penawarnya 20%,23%,24‚ĄÖ (%HPS) demi ambisi untuk menang mendapatkan peket pekerjaan tsb. Coba kita lihat Jika penawaran dlosoran hingga 24% (%HPS) jadi sisa yg harus dikerjakan 76% (%HPS). Dikurangi PPH 2%, masih 74% dikurangi 5% jaminan pelaksanaan pekerjaan, jadi sisa 69% (%HPS) yang harus dikerjakan penyedia jasa konstruksi (kontraktor). Ini pun masih dikurangi biaya-biaya lainnya, misalkan ; – Biaya Provisi dan Asuransi jaminan Pelaksanaan.
– Biaya Provisi dan Asuransi jaminan Uang muka.
– Administrasi Proyek 1%
– Bunga Bank ( kalau mengadakan pinjaman ).
– Biaya lain2 1%.
Melihat kenyataan tersebut diatas saya sangat prihatin,” kata Hery.

Jadi untuk kedepannya saya tetap berharap pada rekan-rekan penyedia Jasa Kontruksi menghentikan penawaran dlosoran (turun tajam) di Kabupaten Magelang, agar hasil pembangunan nya lebih baik. Namun, jika saja saya masih menemukan Pemenang paket pekerjaan dgn penawaran harga n’dlosor, tidak segan-segan saya akan membuat dan/atau melaporkan kepada pihak penegak hukum di Jakarta,” tegas Hery.