Lelang N’Dlosor, Diragukan Pekerjaan Kontruksi Sesuai Spek

Hery Aktivis Anti Korupsi Dan Inisiator Pembentukan Komite Advokasi Daerah Kabupaten Magelang Saat Audensi di DPRD.

Hery Aktivis Anti Korupsi Dan Inisiator Pembentukan Komite Advokasi Daerah Kabupaten Magelang Saat Audensi di DPRD.

Jateng, PortalNasional – Budaya dlosoran penawaran harga didalam proses Lelang Pengadaan Barang Dan Jasa Kontruksi Kabupaten Magelang masih saja terjadi. Hal ini menimbulkan persaingan yang tidak sehat. Dan pasti akan berpotensi terjadi Tindak Pidana Korupsi,Kolusi dan Nepotisme. Dengan penawaran ndlosor (turun tajam) yg dilakukan oleh para penyedia Kontruksi hanya Ingin Menang untuk mendapatkan Proyek dalam Proses Lelang tidak berfikir jika penawaran yang sangat rendah itu akan menimbulkan perbuatan melawan hukum.

Pekerjaan tidak selesai, hasil pekerjaan tidak sesuai kontrak(tidak Spek), merubah harga satuan, mengurangi volumenya dll pasti akan terjadi.

Hery aktivis anti korupsi mengatakan Bahwa jika penawaran harga ndlosor-dlosoran sangat rawan berpotensi terjadi Korupsi baik secara langsung ataupun tidak langsung. Karena akan terjadi penurunan Mutu dan Kualitas hasil pekerjaan konstruksinya. Karena setiap kontraktor berharap Untung besar.

“Saya amati proses Lelang Pengadaan Barang dan jasa 2019 di Kabupaten Magelang ini Pola dan Sistem nya sama, yakni nawarnya N’DLOSOR (turun tajam). Dari tahun ke tahun tetap saja terjadi. Dugaan saya ini karena sudah terjadi ketidak harmonisan antara penyedia jasa(kontraktor) satu dengan yang lainnya. Yang lebih memprihatikan sekali jika penyedia jasa (kontraktor) dengan wadah organisasi nya (GAPENSI). Kalau ini memang benar terjadi, jangan mimpi akan ada Lelang yg fair, transparan, terbuka dan akuntabel berdasarkan kompetensi,” kata Hery

Mendekati akhir tahun anggaran ini selalu membuat perasaan galau dan was-was para Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dengan harapan pekerjaan konstruksinya cepat selesai sesuai dengan kontrak(Spek) dan tidak mangkrak, jika mendapati pengerjaan yang dalam penawaran harga nya N’DLOSOR (turun tajam) kurang dari 80% dari HPS.

“Dengan demikian saya sangat berharap pada Pokja dan PPK untuk berani menggugurkan penyedia jasa (kontraktor) yg melakukan penawaran dengan harga N’dlosor (turun tajam) dibawah 80% HPS. Langsung saja di gugurkan, tdk perlu dilakukan koreksi kewajaran harga,tegas Hery. Meskipun ada aturannya Pokja ULP melihat kewajaran harga jika penawaran dibawah 80% dari HPS dan bila dianggap wajar serta memenangkan penyedia jasa (kontraktor) wajib menambah uang Jaminan Pelaksanaan sebesar 5%. Jika Pokja dan PPK tegas,saya yaqin tidak akan ada lagi rekan-rekan penyedia jasa (kontraktor) yang melakukan penawaran harga N’DLOSOR. Saya berharap kepada rekan-rekan yang akurlah,biar tercipta persaingan yg Sehat. Berhentilah nawar N’DLOSOR (turun tajam),” terang Hery.

“Tapi jika kedepannya masih saja terjadi saling ndlosor dlosoran, tidak segan-segan saya akan membuat aduan dan/atau melaporkan kepada pihak penegak hukum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk melakukan tindakan,” tegas Hery. (gn3).