Gelar Panji 2019, Penguatan Budaya Lokal Nusantara

Festival Panji Nusantara 2019

Festival Panji Nusantara 2019

Jawa Timur¬†‚Äď Festival Panji Nusantara 2019 yang diselenggarakan di empat daerah kabupaten/kota di Jawa Timur, yakni kabupaten Blitar, Tulungagung, kabupaten Kediri, dan berakhir di kota Malang dan pelaksanaan dilakukan pada tanggal 9 ‚Äď 12 Juli.

Sinarto, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jawa Timur, menjelaskan, bahwa Festival Panji kali ini merupakan kelanjutan dari Festival Panji Nasional 2017 yang diselenggarakan di Kediri.

Sinarto menambahkan, untuk praacara Festival Panji Nusantara sudah dimulai sejak 24-25 April 2019 di Kota Malang berupa Pekan Cipta Karya Seni Panji Milenial, disusul Sarasehan Literasi Budaya Panji di Museum Panji, Tumpang, Kab. Malang yang bersamaan dengan peringatan Hari Tari Dunia dengan tema Dance of Panji.

Dalam Festival Panji Nusantara 2019 ini, Sinarto menjelaskan upaya menampilkan potensi kesenian dari berbagai kota di Jawa Timur.

Terselenggarakannya Festival Panji Nusantara ini adanaya kerjasama antara Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur (Jatim) dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menggelar “Festival Panji Nusantara 2019” bertema ‚ÄúTransformasi Budaya Panji‚ÄĚ.

Keterlibatan Kemendikbud dalam festival ini terkait program “Indonesiana” melalui pembentukan Tim Kurator dan Tim Pelaksana dari pelaku seni, sedangkan pihak pemerintah sebagai fasilitator.

Adapun platform “Indonesiana” merupakan upaya Kemendikbud mendorong dan memperkuat pemajuan kebudayaan sesuai amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 melalui gotong royong antara pemerintah dan masyarakat dalam penguatan kapasitas daerah untuk menyelenggarakan kegiatan budaya sesuai asas, tujuan, dan obyek pemajuan kebudayaan yang ditetapkan dalam UU tersebut.

Melalui dukungan pada berbagai kegiatan berbasis budaya diharapkan mampu menumbuhkembangkan ekosistem kebudayaan yang mengakar kuat pada kearifan lokal Indonesia.

Dengan demikian, untuk jangka panjang diharapkan kegiatan ini menjadi media pelestarian dan keberlangsungan khazanah budaya di tengah-tengah kehidupan masyarakat yang dinamis./*