Dindik Jatim Akan Konsultasikan Jumlah Prosentase Penerimaan Siswa Prestasi Ke Kemendikbud

Hudiono, Kabiro Kessos Setdaprov Jatim dan juga Plt Kadispendik Prov Jatim

Hudiono, Kabiro Kessos Setdaprov Jatim dan juga Plt Kadispendik Prov Jatim

Jawa Timur, portal nasional – Modifikasi PPDB yang akan diterapkan di Jawa Timur, oleh Dinas Pendidikan Jawa Timur (Dindik Jatim) akan dikonsultasikan kembali petunjuk teknis (juknis) nya terkait pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2019 dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Konsultasi tersebut rencananya akan dilakukan Rabu15 Mei 2019.

“Belum bisa dipastikan akan disetujui oleh Kemendikbud atau tidak,” terang Hudiono, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur (Plt).

Menurut Hudiono, pihaknya akan membahas beberapa opsi dalam PPDB tahun ini dengan melihat dari kultur, jumlah dan kondisi yang ada di Jawa Timur harus dikonsultasikan. Selain itu pihaknya juga akan membahas terkait Deskresi Permendikbud No. 51 Tahun 2018 tentang PPDB dengan Kemendibud khususnya daya tampung 5% bagi siswa berprestasi yang dilihat dari nilai Ujian Nasional dan prestasi lainnya dan diupayakan juga jumlah penerimaan untuk warga miskin atau bidik misi bisa lebih besar untuk menghindari putus sekolah karena ketidakmampuan biaya.

‚ÄúKuota 5 persen ini belum bisa mengakomodir siswa yang berprestasi. Orang tua wali murid inginnya anak berprestasi bisa memilih sekolah yang diinginkan tanpa dibatasi 5%. Juga akan diupayakan untuk penambahan prosentase penerimaan jumlah siswa dari warga miskin dan bidik misi agar tidak ada yang putus sekolah karena kendala biaya,‚ÄĚ kata Hudiono.

Hudiono, menuturkan pihaknya memiliki beberapa bobot prosentase yang bisa dijadikan alternatif untuk diajukan ke Kemendikbud. Hal ini dilakukan supaya masyarakat tetap bisa menyekolahkan anaknya dalam menuntut ilmu.

“Jumlah lulusan SMP/MTs sekitar 590.630 siswa. Sedangkan daya tampung di SMA/SMK/MA ada kelebihan 4 ribu siswa dibandingkan dengan jumlah keulusan yang ada,‚ÄĚ ungkap Hudiono.

Hudiono memastikan siswa lulusan SMP/MTs akan mendapatkan sekolah. meskipun diterima di sekolah swasta, menurut dia tidak ada perbedaan standart kualitas dengan sekolah negeri.

‚ÄúSekolah Negeri ataupun Swasta tidak ada perbedaan standar pembelajarannya dan mutu pendidikannya, hanya saja sekolah swasta masih ada biaya yang dikeluarkan oleh orang tua wali murid karena pemprov hanya memberi biaya subsidi, kalau negeri gratis. Kalau tidak dapat sekolah, mereka bisa lapor ke pemprov agar kami fasilitasi,‚ÄĚ terang Hudiono.

Untuk mempermudah pelaksanaan PPDB di Jatim, rencananya Dindik Jatim juga akan mewadahi informasi dan sharing dalam bentuk klinik PPDB secara online. Sehingga, masyarakat bisa menyampaikan keluhan dan mendapat respon secara cepat dan tepat.

Saat ini proses PPDB sudah bisa diakses melalui website www.ppdbjatim.net. Namun, informasi dan keterangan yang terpasang sifatnya masih sementara. Sebab, berdasarkan jadwal yang dibuat, pengambilan pin dimulai 20 Mei sampai 20 Juli 2019. Jadwal tersebut bisa berubah, tergantung hasil konsultasi dengan Kemendikbud dan pengumuman NUN SMP./*