Harga Sembako Merangkak Naik, Disperindag Jatim Lakukan Antisipasi

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indarparawansa (2 dari kiri) saat melakukan operasi pasar didampingi Kadisperindag Jatim Drajat Irawan (4 dari kiri)

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indarparawansa (2 dari kiri) saat melakukan operasi pasar (pasar Pahing Kediri 3 Mei 2019) didampingi Kadisperindag Jatim Drajat Irawan (4 dari kiri)

Jawa Timur, portal nasional – Kenaikan harga kebutuhan sembako (sembilan bahan pokok) di pasar tradisional dipastikan akan terus “merangkak” naik dan kembali “memberatkan” masyarakat jawa timur.

Operasi pasar tahunan menjelang lebaran yang dilakukan Dinas Perindustrian Dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur (Disperindag Jatim) dipastikan akan mempengaruhi sekaligus menghambat kenaikan harga sembako di pasar yang biasa dilakukan oleh para spekulan nakal.

Menurut Drajat Irawan, Kadisperindag Jatim, Disperindag Jatim telah melakukan antisipasi agar melonjaknya harga sembako di jawa timur tidak terlalu signifikan di bulan suci romadhan dan hari raya Idul Fitri.

Terkait antisipasi tersebut, pada tanggal 20 Maret 2019 dilakukan Rakornas di bandung. Tanggal 5 April 2019 melakukan Rakorda dengan stakeholder & opd terkait. Tanggal 11 April 2019 Rakorda pemprop dg kab/kota & pelaku usaha.

Gerakan antisipasi kenaikan harga sembako tersebut dilakukan oleh Pihak Disperindag Jatim diberbagai pasar tradisional di wilayah jawa timur hingga lebaran nanti.

“Sabtu dan Minggu, kami juga melakukan operasi pasar di pasar tradisional induk di berbagai daerah di jawa timur,” jelas Drajat Irawan.

Harga rata-rata kebutuhan masyarakat di pasar tradisional yang ada di jawa timur
Pada bulan Mei 2019 pertanggal 3 :
Daging sapi Rp 107.838,-
Daging Ayam Rp 31.914,-
Telur Ayam Rp 22.888,-
Cabe Keriting Rp 23.848,-
Cabe Merah Besar Rp 32.059,-
Cabe Rawit Rp 21.096,-
Bawang Merah Rp 31.339,-
Bawang Putih Rp 48.361,-/*