Disbudpar Provinsi Jawa Timur Gelar Majapahit International Travel Fair ke – 20

Majapahit International Travel Fair

Majapahit International Travel Fair

Jawa Timur, portal nasional – Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jawa Timur (Prov Jatim), akan kembali menyelenggarakan event pariwisata bertaraf internasional dan terbesar di wilayah Indonesia Timur, The 20th Majapahit International Travel Fair (MITF) Tahun 2019.

MITF akan dilaksanakan pada tanggal 2 – 5 Mei 2019 bertempat di Grand City Convex Surabaya. Dan, sebagaimana penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya, kegiatan utama MITF adalah Travel Exchange (Travex) dan pameran. Travex dikemas dalam bentuk booth yang merupakan upaya dari pelaksana untuk lebih memaksimalkan pertemuan bisnis antara buyer dan seller.

Sinarto, Kepala Disbudpar Provinsi Jatim mengatakan, dalam acara MITF 2019 itu memang ada dua kegiatan utama. Yakni, Travel Exchange (Travex) dan pameran pariwisata.

Untuk kegiatan pendukungnya antara lain Fam Trip, pertunjukan kesenian serta berbagai lomba, tapi yang penting dua itu, Travex dan pameran. Kami bersyukur hingga hari ini, untuk peserta Travex sudah mencapai target. Target buyer 100 orang dari 10 negara, namun sudah mencapai 102 orang dari 14 negara,” kata Sinarto.

Target buyer 100 orang tersebut berasal dari 10 negara, yaitu negara yang merupakan pasar Jatim, negara yang memiliki direct flight ke Surabaya, negara yang merupakan pasar baru bagi Jatim serta dari provinsi luar Jatim.

Hingga saat ini, buyer yang sudah mendaftar sebanyak 102 orang dari 14 negara. Yakni, Malaysia, Singapura, India, Bangladesh, Thailand, Vietnam, China, Jepang, Hongkong, Philipina, Australia, Uzbekistan, Nepal dan Indonesia. Untuk seller ada 90 industri pariwisata dari Jatim yakni Surabaya, Sidoarjo, Malang, Batu, Blitar, Pacitan, Kediri dan Probolinggo. Untuk luar Jatim dari Bali, Jakarta dan Yogyakarta.

Target seller sebanyak 90 industri pariwisata, dengan komposisi seller dari Jatim (80 %) dan dari luar Jawa Timur (20 %). Seller berasal dari Biro Perjalanan Wisata, industri hotel, Golf dan pengelola daya tarik wisata.

Sebagai upaya memaksimalkan penjualan paket wisata dan hasil prospektif appointment, buyer dan seller yang berpartisipasi pada travex, telah melalui proses seleksi sebagai penjual paket wisata Jawa Timur.

Pertemuan buyer dan seller menggunakan sistem ‘Round Robbin’ dengan format buyer meet seller. Seller menempati booth dan Buyer berkeliling menemui seller.

“Kami senang target peserta travex sudah tercapai, tinggal menunggu sejauh mana pertemuan seller dan buyer, sehingga memperoleh prospektif appoinment sebanyak-banyaknya. Setelah itu, kita kawal riilnya seperti apa dan bisa ditindaklanjuti berapa hasil untuk mendongkrak perekonomian Jatim hingga akhir tahun ini,” jelas Sinarto.

Menurut Sinarto, dalam ajang Travex pada MITF 2019 ini yang paling penting adalah bagaimana mendapatkan prospektif appointment sebanyak- banyaknya.

Sellernya juga begitu, bisa mendorong pebisnis bidang kepariwisataan di Jatim yang punya kesempatan memasarkan produk, baik hotelnya, destinasinya, kulinernya dan lain sebagainya untuk dikunjungi wisatawan,” papar Sinarto.

Sinarto mencontohkan ketika menjual destinasi wisata di Taman Safari Prigen Pasuruan, pemerintah akan mengawalnya, sehingga memiliki atraksi, daya saing, pelayanan dan kebersihannya bagus serta akses menuju lokasi wisata juga bagus.

Sedangkan, untuk pameran dan bursa pariwisata diselenggarakan pada tanggal 2 – 5 Mei 2019 di Exhibition Hall Grand City Convex Surabaya dan dilaksanakan oleh PT Debindo Mitra Tama dengan target 150 stand.

Pameran terbuka untuk umum tanpa dipungut biaya masuk dan dibuka mulai pukul 10.00 sampai dengan 21.00 WIB. Sebagai upaya untuk menjadikan pameran dan bursa pariwisata sebagaimana bursa pariwisata yang dilaksanakan di luar negeri, Disbudpar Jatim memasukkan keterlibatan industri pariwisata sebagai salah satu kriteria utama dalam penilaian dekorasi stand pameran terbaik.

Stand yang telah terjual sebanyak 155 stand dari 85 peserta. Diharapkan selama 4 hari pameran, peserta memperoleh hasil transaksi produk dan paket wisata sebanyak- banyaknya.

Sekadar diketahui, event pariwisata tahunan yang pada tahun 2019 merupakan penyelenggaraan keduapuluh, dilaksanakan sebagai konsistensi pemerintah bekerjasama dengan stakeholder untuk menjual, mempromosikan serta memperkenalkan secara langsung produk pariwisata Jatim yang meliputi daya tarik wisata (alam, budaya dan buatan), industri pariwisata (hotel, Biro perjalanan, restoran), produk airline, produk ekonomi kreatif berupa batik dan cinderamata serta produk budaya Jawa Timur.

Di samping itu, MITF adalah salah satu upaya untuk mendorong pergerakan wisatawan nusantara dan meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara, termasuk wisatawan milenial.

Mengacu pada kekayaan potensi wisata alam dan budaya di Jatim, dampak pariwisata pada kesejahteraan masyarakat, serta upaya menangkap peluang akan minat generasi milenial terhadap eksplorasi hal-hal baru, menjadikan kabupaten/kota berlomba-lomba memoles potensi wilayah desanya menjadi ‘Desa Wisata’.

Sampai dengan tahun 2018, di Jawa Timur kurang lebih terdapat 324 Desa Wisata, 23 berkategori desa wisata maju. Oleh karena itu, pada penyelenggaraan MITF tahun ini, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jatim memfasilitasi promosi bagi Desa Wisata di Jawa Timur secara lebih maksimal dengan menjadikannya sebagai tema MITF 2019 yaitu ‘Explore Tourism Village’.

“Melalui MITF kita tingkatkan minat masyarakat terutama generasi milenial untuk mengeksplorasi Desa Wisata di Jawa Timur”, jelas Sinarto.