Berdasar Survei FU Tempati Posisi Teratas

SurveySurabaya – Jelang Pemilihan Umum (Pemilu) Calon Legislatif (Caleg) tinggal hitungan hari. Berdasar Lembaga Survei Proximity Indonesia yang merilis hasil survei untuk Pemilu tahun 2019.

Dalam survei tersebut nama Fandi Utomo (FU) merupakan Caleg Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dari Daerah Pemilihan (Dapil) 1 Jawa Timur (Jatim) untuk wilayah Surabaya-Sidoarjo dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) berada diurutkan puncak.

FU menempati posisi pertama dengan memperoleh¬†18.0 persen. Kemudian disusul oleh Putih Guntur Soekarno dengan¬†17.2 persen yang menepati posisi kedua. “Dan Bambang Dwi Hartono (BDH) berada di posisi ketiga dengan 16.2 persen,” kata Whima Edi Nugroho Direktur Proximity.

Untuk posisi keempat diisi Arzeti Bilbina dengan 8 persen. Di posisi kelima ada Syaichu Islam dengan 6.5 persen dan Adies Kadir dengan 3.9 persen, sedangkan Ahmad Dhani Prasetyo dengan 3.8 persen.

Masih kata Whima, beberapa Caleg incumbent justru memiliki elektabilitas yang kurang memuaskan.

Mereka yang ada di posisi bawah 10 besar elektabilitas.¬†“Lucy Kurniasari misalnya, mendapatkan 2.4 persen, lalu Bambang Haryo dengan 3.4 persen dan Sungkono yang meraih 3.7 persen,” terang Whima.

Sebagai informasi, Lembaga Survei Proximity Indonesia melakukan  dengan jumlah sampel sebanyak 1.350 responden dengan metode multistage random sampling dan memiliki margin of error 2.7 persen serta tingkat kepercayaan 95 persen.

Dimana survei itu dilakukan sejak tanggal 25/03 hingga 05/05/2019 dari 49 Kecamatan serta 135 Desa/Kelurahan di Kota Surabaya dan Kabupaten Sidoarjo.

Edi Sulistiawan akademisi dari UNIPA menilai, ada fenomena pergeseran perolehan suara Caleg yang sangat signifikan. Ada peningkatan suara cukup tinggi dari masing-masing Caleg.

Edi mencontohkan FU yang menjadi leading Caleg. Perubahan signifikan ini diharapkan Caleg incumbent dimunculkan tentang porsentase terpilihnya kembali menjadi anggota DPR RI.

“Ada caleg yamg gencar tapi tidak keluar dari hasil survey, padahal metode kampanye sama dengan apa yang dilakukan FU,” kata Edi. “Semoga saja hasilnya bisa tetap sampai pada pencoblosan,” tuturnya.