Balita Azkiya Membutuhkan Bantuan

KesehatanSurabaya РBalita Azkiya Nur Annisa di diagnosa menderita TOF Post Pecutaneous Transcatheter Ballon Valvuloplasty (PTBV) + Ps Berat.

Sebelumnya pihak orang tua, membawah Azkiya ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr M Soewandhie. Dikarenakan keterbatasan peralatan, Azkiya dirujuk ke RSUD Dr Soetomo.

Guna penanganan lebih lanjut mengenai penyakit Azkiya. RSUD Dr Soetomo akhirnya dirujuk Jakarta.

Tri Setyarini merupakan ibu kandung dari Azkiya menyampaikan, awal penyakit anaknya diketahui saat berumur 2 bulan.

Kala itu jari-jari Azkiya terlihat membiru, lalu dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan awal. Hingga akhirnya balita Azkiya menjalani perawatan di RSU Dr Soetomo karena diagnosa kelainan jantung.

Bahkan setelah menjalani CT-Scan, ditemukan pula kelainan lain pada pembuluh darahnya.

Selama hampir 2 tahun menjalani perawatan di RSUD Dr Soetomo, untuk mencari perbandingan diagnosa.

Pihak RSUD Dr Soetomo menyarankan agar Azkiya dirujuk ke RS Jantung Harapan Kita di Jakarta. “Saya sudah pernah ke Jakarta ke RS Jantung Harapan Kita, tapi hanya 3 hari saja,” kata Tri.

“Oleh dokter di sana, saya diharuskan untuk tinggal lebih lama,” tambahnya. “Mau ginama lagi, untuk biaya yang kami miliki hanya mampu sampai 3 hari saja,” tutur Tri.

Masih kata Eri, selama berada di Jakarta, dokter setempat juga mendiagnosa anaknya terserang cerebral palsy. Hal itu berdasarkan kondisi Azkiya yang terlihat terhambat tumbuh kembangnya.

Untuk itulah, berdasarkan kondisi keluarga yang selama ini berobat menggunakan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, meminta bantuan semua pihak.

“Kami minta bantuan Wali Kota Surabaya, Gubernur Jatim, Kepala BPJS Kesehatan KCU Surabaya, wartawan dan donatur di Surabaya yang bisa meringankan beban keluarga kami untuk berobat di Jakarta,” ungkapnya.

“Kami benar-benar tak mampu, kami hanya butuh biaya untuk berobat di Jakarta,” tutur Tri.