Pedagang Keluhkan Pajak PKL

warungSurabaya – Pedagang Kaki Lima (PKL) di seluruh Kota Surabaya tidak lama lagi akan dikenakan pajak oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

Beberapa pedagang dan warga bersuara seputar kebijakan Pemkot Surabaya dinilai sebagai kebijakan bikin sengsara pedagang kecil.

“Pemkot itu harusnya melindungi dan meningkatkan ekonomi PKL, kita jualan tidak mesti, apalagi yang dijual makanan yang harganya sangat murah,” kata Yuli.

“Harga nasi bungkus cuma Rp (rupiah) 8 ribu masak kita jual lebih dari Rp 10 ribu, gorengan cuma Rp seribu terus kita jual Rp 5 ribu, bisa malah tidak laku,” tambahnya.

“Kita ini jualan saja untungnya berapa, kita tidak bisa jualan seperti yang punya usaha itu, modal dari mana kita,” ungkap Sri.

“Kita ini masyarakat miskin, tidak punya modal sama sekali, masak iya dikenakan pajak, kalau tidak bayar pajak, saya yakin pasti akan di obrak kesan kemari” kata Ajeng.