Menuju Petilasan Mbah Mangku Putra Mahkota Mojopahit

Gus Wi

Gus Wi

Perjalanan Gus Wi kali ini ialah menggali informasi tentang penyebaran agama islam yang sudah ada sekitar 3,5 abad lalu di Malang Raya.

Dalam penyebaran agama islam di Malang Raya tidak lepas dari peran R.M Partowirjo (Syeh Maulana Rosidul Ibad Al Majafia) dan juga kerap disebut Mbah Mangku Jati.

makam mbah jatiDimana R.M Partowiryo sendiri adalah salah satu putra mahkota dari Kerajaan Majapahit yang bersembunyi di Pakis.

Untuk menuju ke makam Syeh Maulana Rosidul Ibad Al Majafia. Ada akses jalan sepanjang 300 meter yang bersebelahan dengan SDN Pakiskembar 1 kecamatan pakis Kabupaten Malang.

Setelah melewati jalan tersebut, didapati bangunan yang berukuran 10 meter kali 7 meter dan juga ada prasasti.

Khalayak luas sering menyebut Syeh Maulana Rosidul Ibad Al Majafia sebagai Mbah ataupun Kyai bahkan Waliyullah yang pertama kali babat alas wilayah Pakis.

Belum ada data lengkap yang dapat menjelaskan tentang biografi Mbah Mangku Djati ini.

Seperti yang disampaikan Mbah Toko Juru Kunci makam. Syeh Maulana Rosidul Ibad Al Majafia hidup di era 1500 Masehi (M).

Semua itu ternyata ada peninggalan yang menguatkan keberadaan Mbah Mangku djati semasa hidup juga asal usulnya.

Dimana Kerajaan tersebut berpusat di Trowulan Mojokerto dan mengalami masa kejayaan pada tahun 1293 M.

makam mbah jatiBukti lain yang menguatkan keberadaan Mbah Mangkuk Jati adalah dalam prasasti itu yang menempel pada dinding bagian dalam bangunan satu komplek itu. Di sana tertulis Mbah Mangku Djati meninggal Selasa Wage Robiul Awal 7 Juli 1616 M.

Mengupas kembali pada tahun 1500, kerajaan Hindu Budha yang terakhir menguasai Nusantara ini mencapai titik lemah.

Kerajaan Majapahit memang mencapai puncaknya pada abad ke 14 sekitar tahun 1389 M. Dimana kekuasaan Kerajaan Majapahit berangsur-angsur melemah karena wafatnya sang raja Digdaya Hayam Wuruk tersebut.

Kerajaan Majapahit memasuki jaman kemunduran akibat konflik perebutan tahta antar pewaris. Maka terjadilah perang paregrek di perkirakan pada tahun 1405 hingga tahun 1406. Perang saudara ini melemahkan kendali Kerajaan Majapahit atas daerah-daerah taklukannya di seberang.

Keadaan lain yang mungkin terjadi, Mbah Mangkuk Jati sengaja melarikan diri untuk menghidar dari fitnah dan kemungkinan yang lain.