Jangan Sampai Demokrasi Ini Gaduh

Nurul

Nurul Barizah

Surabaya РJelang Pemilihan Umum (Pemilu) Presiden (Pres) dan Wakil Presiden (Wapres) telah menjadi perhatian seluruh rakyat Indonesia.

Bahkan berbagai isu tersebar untuk menaikkan popularitas masing-masing Pasangan Calon (Paslon).

Nurul Barizah pengamat politik dari Universitas Airlangga (Unair) mengatakan, dalam masa kampanye kedua Paslon maupun tim sukses harus mentaati aturan Pemilu yang telah ditetapkan.

“Tidak dibenarkan jika salah satu paslon memanfaatkan fasilitas dan kewenangan yang dimilikinya untuk kepentingan tertentu dan menyukseskan dirinya sebagai calon presiden dan wakil presiden” kata Nurul.

Masih kata Nurul, kalau seorang presiden yang masih menjabat harus cuti saat memasuki masa kampanye.

“Hal tersebut untuk menghindari abuse of power,” tambahnya. “Menghindari penyalahgunaan wewenang dan kesempatan” tuturnya.

Nurul mengatakan, perlakuan adil untuk masing-masing paslon sangat penting.

Ketika ada pelanggaran dari tim sukses salah satu paslon kemudian tidak diproses. Maka pelanggaran dari paslon lain menjadi tidak diproses juga.

Namun baru bisa dikatakan adil jika pelanggaran yang dilakukan oleh kedua paslon diproses.

Nurul mengungkapkan, kondisi Pemilu sekarang dinilai sangat memprihatinkan seiring dengan maraknya informasi hoax yang tidak akurat.

“Boleh berbeda tapi jangan menyebar isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan dan jangan sampai demokrasi kita ini gaduh” pungkasnya.