Umbul Jambe Yang Eksotik Juga Angker

Gus Wi

Gus Wi

Kali ini Gus Wi melakukan perjalanan menuju ke Umbul Jambe yang lokasinya berada di kecamatan paron kabupaten Ngawi.

Umbul Jambe adalah tempat yang sangat alami serta angker. Sebelum memasuki tempat tersebut, alangkah baiknya diperiksa terlebih dahulu kendaraannya, sebab jalannya cukup terjal berliku dan dibutuhkan tenaga ekstra maupun kesabaran.

Perjalanan masuk ke hutan Umbul Jambe sangat jauh sekitar 3 kilometer (KM)

Ketika sudah berada umbul jambe tampak beberapa keindahan yang mempesona. Diantaranya, gapura selamat datang yang terdapat relief dan ukiran batu yang klasik.

Setelah melewati Gapura, pengunjung di sambut dengan 2 patung naga yang cukup besar.

Perjalanan terus berlanjut, dan pengunjung harus meleawati jembatan gantung dari besi yang indah dipadu dengan warna merah dan putih.

Di akhir jembatan 2 patung singa yang sedang duduk di depan relief juga menyambut kedatangan pengunjung.

Pesona yang tak kalah takjub ialah, sumber air yang tak pernah kering walaupun di musim kemarau bahkan airnya dapat langsung di minum.

Konon ceritanya, air umbulan ini tidak mau bercampur dengan air kanan kirinya walau dalam satu aliran sumgai.

Selain itu terdapat tugu persatuan umat yang megah. Di depan tugu itu terhias taman yang cantik dan tempat duduk serta meja dari batu.

Keindahan taman umbul jambe memang tidak diragukan lagi, terlebih ketika berada dibibir sungai akan semakin sejuk dan nyaman. Cocok untuk bermujahadah atau mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Bila perkunjung di tempat seperti ini, lebih baik tidak bersenda gurau dan jangan lupa untuk Ucapkan Salam mengingat tempat ini salah satu tempat terangker seperti halnya di Alas Purwo banyuwangi.

Ketika memasuki malam hari, dipastikan akan mendengar suara harimau, perempuan tertawa, bayangan orang bahkan kilatan kilatan cahaya seperti bola api.

Di tempat ini pernah disinggahi tokoh-tokoh, mulai dari Soekarno (Bung Karno) Presiden Republik Indonesia pertama juga Suharto.

Bahkan petilasan Bung Karno juga masih terawat dengan baik sampai sekarang.

Napak Tilas Prabu Brawijaya sebelum Mukso di Puncak Lawu. Daerah ini sangat terkenal bagi pecinta Kebudayaan Lokal Nusantara.

Konon Presiden RI pertama memperoleh desain Nusantara dari le|aku spiritual di tempat ini. Maka jangan heran kalau menemukan juga Monas di tengah hutan alas Srigati.

Jika Penasaran silahkan berkunjung ke Alas Ketonggo Umbul Jambe Ngawi.