Konflik Pencopotan APK Berakhir Damai

Buchori Imron

Buchori Imron

Surabaya – Konflik terkait pencopotan Alat Peraga Kampanye (APK) beberapa waltu lalu. Adalah milik salah seorang legislator Surabaya yang mencalonkan kembali.

Buchori Imron legislatif Surabaya yang APK dicopot oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kecamatan Krembangan Utara menyampaikan, sudah ada perdamaian antara tim suksesnya dengan pihak Satpol PP.

“Konon katanya sudah damai itu,” kata Buchori. “Sudah saling meminta maaf,” tambahnya. “Semalam yang diduga melakukan tindak kekerasan sudah menghadap ke saya,” ungkap Buchori.

Bukhori menambahkan, terkait pernyataan pihak Satpol PP yang akan melaporkan dugaan tindak kekerasan itu kepada polisi.

“Dari saya memastikan akan mengikuti perkembangan, sudah ada yang urus itu,” ujarnya.

Bahkan Buchori meminta agar semua pihak tidak lagi menyebarluaskan video dugaan tindak kekerasan itu. “Mari lah kita jaga kondusifitas jelang Pemilu 2019 ini,” tuturnya.

Masih kata Buchori, dirinya meminta pada pemerintah serta juga penyelenggara dan Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) untuk bersikap bijak dan adil.

“Kejadian ini kan dipicu adanya dugaan ketidakadilan dalam penertiban APK,” terangnya.

“APK saya itu kan menjorok ke dalam, tidak di pinggir jalan, ada pula beberapa APK milik orang lain, tapi kenapa hanya punya saya dan beberapa caleg PPP lainnya yang dicopot, tidak hanya dicopot, bahkan dirobek juga,” jelasnya.

“Jadi saya harap kedepannya semua pihak lebih bijak lagi agar konflik tidak perlu seperti ini tak perlu muncul,” pungkasnya.