Pesan Pak De Untuk Cawali FU

Soekawo Dan Fandi Utomo

Soekawo Dan Fandi Utomo

Surabaya РDalam pelantikan Dewan Pimpinan Daerah Mahasiswa Nasional Indonesia Jawa Timur (DPD GMNI Jatim) periode 2018 Р2010.

Di dalam pidatonya Soekarwo (Pak De) Gubenur Jatim menyampaikan tentang ekonomi kerakyatan sebagai working ideologi Pancasila di Jawa timur.

Disaat yang sama Pak De juga memberikan arahan kepada Fandi Utomo (FU) merupakan Calon Wali Kota (Cawali) Surabaya.

Pak De menyampaikan, sejumlah pekerjaan rumah yang besar untuk Wali Kota Surabaya kedepan ialah faktor demografi.

Dimana saat ini angka kelahiran mengalami penurunan khususnya di surabaya dan itu menimbulkan efek berkurangnya jumlah siswa masuk sekolah.

‚ÄúHal itu terjadi dikarenakan faktor orang tua yang sama-sama bekerja,” kata Pak De. “Dan efek kedepan adalah berkurangnya jumlah siswa yang masuk sekolah,” tambahnya.

“Ini menjadi tugas Wali Kota kedepan, bagaimana bisa melahirkan solusi yang tepat dalam penanganannya,‚ÄĚ ungkapnya.

Tidak hanya itu, Pak De juga meminta keberpihakan pada Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) supaya mampu mewujudkan ekonomi yang berkeadilan dan partisipatif.

Untuk mewujudkan kemandirian ekonomi maka pemerintah harus hadir bahkan juga mampu memfasilitasi kepentingan masyarakat kecil.

‚ÄúKonsep negara harus hadir mengurus kepentingan rakyatnya melalui kebijakan telah dilakukan di Jatim dengan pemerintah mengintervensi dan memberikan stimulasi dengan yang kecil dibantu,” terangnya.

“Tidak bisa yang besar, menengah dan kecil dibiarkan bertarung atas nama efisiensi dan konsep ini bisa dilakukan walikota kedepan dalam memimpin surabaya,‚ÄĚ jelasnya.

Sementara itu FU Cawali Surabaya mengatakan, pesan Pak De menjadi pembelajaran penting baginya.

‚ÄúSaya sangat memperhatikan pesan Pak De Karwo ini dan ini menjadi pelajaran penting bagi saya untuk surabaya kedepan,‚ÄĚ kata FU.