Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Alokasikan Anggaran 4 Milyar Untuk SMA/SMK

Saiful Rachman (Kadispendik Jatim)

Saiful Rachman (Kadispendik Jatim)

Jawa Timur, portal nasional – Upaya mengembangkan minat dan bakat siswa di bidang non akademik mendapat perhatian tersendiri dari Dinas Pendidikan (Diknas) Provinsi Jawa Timur.

Untuk itu pengembangan kegiatan siswa dilakukan Dindik Jatim dengan memberikan alokasi dana Rp 4 miliar di tingkat SMA/SMK.

Usai menghadiri Festival Ekstrakurikuler, Talk show dan Pameran pendidikan SMA/SMK se-Kota Surabaya di JX International, Saiful Rachman, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa timur berharap masing-masing daerah mampu menumbuhkan kegiatan sebagai wadah bakat siswa.

“Harapan kami di masing-masing kabupaten/kota mulai menumbuhkan kegiatan untuk mewadahi bakat dan minat anak,” kata Saiful Rachman,

Menurut Saiful Rachman, kegiatan non akademik dapat menjadi wadah agar siswa terhindar dari pengaruh negatif.
Apalagi potensi ekstra kurikuler bisa nenjadi wadah anak-anak yang berjiwa muda.

“Buktinya dalam acara ini anak-anak menikmati, karena mungkin mereka jenuh dengan 16 mapel terus dan sekolah banyak mendorong prestasi akademis,” jelas Saiful Rachman.

Kegiatan ini juga akan mendorong pembentukan karakter anak karena mereka mampu bersosialisasi dan berorganisasi.

Ini membuat anak lebih mudah membaur saat harus berada di masyarakat.

“Output saat ini sekolah sudah menyusun kegiatan berdasarkan minat anak dan orang tua mengetahui. Dindik mendukung melalui seksi kelembagaan dan kesiswaan di tiap sekolah,” ungkap Saiful Rachman.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur di Surabaya-Sidoarjo, Sukaryanto mengungkapkan sekolah sebagai basis pendidikan secara kurikulum telah diberikan modal berupa ekskul.

“Selama ini ekskul tidak nampak di semua sekolah, padahal ekskul ini basisnya soft skill. Dan softskill ini pasti akan memberikan sumbangan pada kompetensi anak,” kata Sukaryanto.

Momen festival ini dijadikan kesempatan revitalisasi tiap sekolah untuk meningkatkan ekskulnya, dan memberikan layanan ekskul dengan maksimal pada anak.

“Kalau butuh dana untuk pelaksanaan kegiatan ini harus dibicarakan dengan orang tua,” imbuh Sukaryanto.

Orang tua dan sekolah diharapkan bisa mengakui potensi anak sehingga anak merasa didukung.