Statemen Basarah, Bentuk Ketakutan PDIP

Deny

Deny Wahyudi

Surabaya – Pernyataan Ahmad Basarah juru kampanye (jurkam) Tim Kampanye Nasional (TKN) Joki Widodo – Ma’ruf Amin menyampaikan, bahwa Soeharto adalah guru korupsi.

Membuat Dewan Pimpinan Wilayah Jawa Timur (DPW Laskar Berkarya Jawa Timur (Jatim) angkat suara dan meminta Ahmad Basarah segera meminta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia.

Deny Wahyudi Ketua DPW Laskar Berkarya Jatim menuturkan, perkataan itu tidak pantas di ucapkan.

Masih kata Dedy, setiap pemimpin negara mempunyai kekurangan dan kelebihan masing-masing.

‚ÄúDengan demikian kita sebagai anak bangsa wajib menjunjung tinggi harkat dan martabat mantan pemimpin negara,” tegasnya.

“Dan tugas kita ke depan, sebagai anak bangsa yaitu untuk berkarya dan terus berkarya demi kejayaan Indonesia yang lebih baik,‚ÄĚ terangnya.

‚ÄúMengenai Presiden Soeharto hingga saat ini sudah selesai, baik secara hukum maupun politik,” tambahnya.

“Artinya, presiden Soeharto tidak terbukti secara sah melakukan tindakan korupsi pada masa pemerintahanya,‚ÄĚ urai Deny.

Deny menilai, ucapan Ahmad Basarah sama halnya pernyataan bunuh diri bagi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Sebab PDIP adalah partai yang Nasionalis. Namun sama tidak menghargai Soeharto sebagai Kepala Negara.

Deny mencontohkan, pada Presiden Soekarno saat menjabat Presiden hingga disebut sebagai bapak bangsa.

Presiden Soekarno juga mempunyai kekurangan. Namun partai diluar PDIP menghargai dan menghormati Soekarno.

‚ÄúSaya rasa pernyataan Basarah ini adalah bentuk ketakutan PDIP dalam menghadapi Pemilihan Legislatif (Pileg) maupun Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019,‚ÄĚ jelasnya.