Perekonomian Dan Kesejahteraan Masyarakat Terabaikan Di Pembangunan Gedung Pemerintah

Gedung Baru Di Disperindag Jatim milik pemerintah abaikan ekonomi rakyat demi percepatan pembangunan

Gedung Baru Di Disperindag Jatim milik pemerintah abaikan ekonomi rakyat demi percepatan pembangunan

Jawa Timur, portal nasional – Pembangunan gedung utama Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur diperkirakan Desember 2018 ini rampung.

Bangunan 2 dan 3 lantai yang menghabiskan biaya lebih dsri 23 milyar rupiah tersebut terlihat kokoh dan megah.

Dari sumber yang bisa dipercaya, bangunan oleh pihak rekanan sudah sesuai spek PU Cipta Karya, termasuk pemakaian bata ringan.

Pemerintah telah lalai dan mengabaikan kepedulian tergahadap industri kecil yang notabene diolah dan dikerjakan oleh masyarakat kecil. Mungkin pembangunan gedung pemerintah yang menggunakan bata ringan tidak ada masalah dalam jangka waku 40 tahun secara teori. Karena beban tampung terhadap penyanggah bangunan tidak berbeban berat.

Dinding pada umumnya disusun dengan menggunakan bata merah. Penggunaan bata ringan yang merupakan material baru hanyalah sebagai alternatif pengganti bata merah pada konstruksi dinding.

Karena penggunaan bata ringan pelaksanaannya lebih cepat dan lebih murah namun memiliki kekurangan dari segi mutu dan ketahanan jika dibandingkan dengan bata merah.

Bata ringan lebih beresiko dibandingkan dengan bata merah

Bata ringan lebih beresiko dibandingkan dengan bata merah

Sangat disayangkan pembangunan gedung milik pemerintah memperhitungkan biaya murah dibanding kualitas bangunan yang semestinya dan sangat disesalkan bila proyek pemerintah melalaikan ekonomi kerakyatan terutama tehadap pelaku usaha pembuatan bata merah yang hanya bisa dilakukan secara konvensional.