Sepakat Di Dalam Dengar Pendapat

darmo hillSurabaya – Selama beberapa kali pertemuan antara warga terdampar dengan pihak apartemen Dari Gila di Komisi C bidang Pembangunan (Pemb) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya.

Pada pertemuan kali ini, rupanya ada kesepakatan antara warga dengan PT Lamicitra Nusantara (LN) dari pihak apartemen.

Kesepakatan tersebut ialah dengan pemberian tali asih yang diberikan PT LN kepada warga terdampak pembangunan Apartemen Darmo Hill yang nilainya sebesar Rp (rupiah) 1 miliar pada tahap awal.

Sedangkan total secara keseluruhan dana tali asih sebesar Rp 6,2 miliar yang terbagi dalam 6 tahapan.

‚ÄúKami sepakat untuk tahap pertama Rp 1 miliar, uang tali asih ini nanti kami bagi untuk 1.020 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak,‚ÄĚ kata Suparno sebagai ketua Tim Sembilan dari¬†Warga Pakis Argosari Kelurahan Dukuh Pakis.

Bahkan Suparno berharap pembangunan apartemen sebanyak 7 tower ini berjalan lancar. Terutama pembangunan satu tower pertama dengan 33 lantai dan 313 kamar segera dilakukan.

‚ÄúSilahkan pembangunan dilanjutkan, warga sudah memberikan izin dan tali asih juga segera cair,‚ÄĚ tambahnya.

Prio Setia Budi Direktur (Dir) PT PN mengaku senang adanya kesepakatan dengan warga.¬†‚ÄúHasil rapat ini kita akan bawa ke rapat, paling lama pencairan dilakukan 14 hari terhitung dari sekarang,‚ÄĚ ungkapnya.

Masih kata Prio, dari awal pihaknya sudah menyepakati permintaan warga sebesar Rp 6,2 miliar. Hanya saja, mekanisme pencairan yang tidak disepakati oleh warga. Sebab, pihak manajemen meminta pencairan dilakukan per tower.

‚ÄúKami ingin pencairan itu per tower. Untuk tahap pertama kami hanya bangun satu tower dulu, ini yang harus dipahami,‚ÄĚ terangnya.

Dedy Prasetyo selaku perwakilan apartemen Darmo Hill mengatakan, pihaknya sudah cukup perhatian terhadap warga terdampak.

Uang sebesar Rp 6,2 miliar adalah tali asih, bukan corporate sosial responsibility (CSR).

‚ÄúCSR nanti ada sendiri seiring dengan berkembangya Apartemen Darmo Hill ini,‚ÄĚ tuturnya.

Syaifuddin Zuhri Ketua Komisi C DPRD Surabaya menungkapkan, tali asih sebenarnya tidak diatur dalam Undang-uUndang (UU).

Syaifuddin menambahkan, pemberian tali asih merupakan niat baik dari manajemen Apartemen Darmo Hill kepada warga sekitar.