Gandeng BPK, Ungkap Kasus Jasmas

kejaksaanSurabaya РKasus korupsi dana hibah tahun 2016. Sampai saat ini penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Perak berupaya untuk mengungkap.

Kejari Tanjung Perak dalam mengungkap kasus tersebut bekerja sama dengan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) guna menghitung adanya kerugian negara.

“Minggu ini, penyidik sudah meminta keterangan pada 9 orang dari Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya,” kata Lingga Nuri Kepala Seksi Intelejen (Kasi Intel) Kejari Tanjung Perak.¬†“Rata-rata jabatannya adalah Kepala Bagian (Kabag),” tambahnya.

Masih kata Lingga, pemeriksaan terhadap mereka untuk mengurai benang merah pada kasus tersebut.

“Mereka kami mintai keterangan sesuai dengan bidangnya masing-masing,” ungkapnya.

“Terkait verifikasi maupun administrasi tentang penyaluran dana hibah ini,” tuturnya.

Lingga menambahkan, pihaknya juga sudah meminta keterangan dari beberapa toko terkait pembejaan barang-barang Jaring Aspirasi Masyarakat (Jasmas) seperti Sound Sytem, kursi, terop maupun meja.

Lingga menjelaskan, penyidik menemukan adanya perbedaan harga yang tidak sesuai dengan Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ).

“Memang ada selisih,” ungkapnya. “Dan sekarang akan terus kami gali lagi sambil menunggu hasil Audit BPK yang masih ditelaah,” jelas Lingga.