Perda Minimarket Kembali Disoal

Eddy Rachmat

Eddy Rachmat

Surabaya – Peraturan Daerah (Perda) nomor 08 tahun 2014 yang mengatur tentang jam operasional minimarket kembali dipersoalkan.

M Sholeh selaku praktisi hukum, mendaftarkan uji materi Perda yang melarang minimarket buka 24 jam ke Mahkamah Agung (MA) melalui Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

Sholeh menyampaikan, larangan minimarket buka 24 jam sangat merugikan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan. Sebab surabaya sebagai kota besar yang beraktifitas selama 24 jam.

Edi Rachmat Sekretaris Komisi B bidang Perekonomian (Eko) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya mengatakan, sebagai pihak yang terlibat dalam pembuatan perda itu menerangkan bahwa larangan buka 24 jam tidak berlaku untuk seluruh minimarket.

“Melainkan sesuai dengan wilayah,” ungkap Edi. “Larangan buka 24 jam berlaku untuk minimarket yang berada di zona pemukiman,” tuturnya.

“Tapi tidak berlaku untuk minimarket yang berdiri pada tepi jalan besar atau di tempat pelayanan publik,” ungkapnya.

Masih kata Edi, aturan larangan minimarket buka 24 jam. Semua itu untuk melindungi usaha kecil seperti toko kelontong di kawasan pemukiman.