Pilih Trem Apa Banjir

Vincensius

Vincensius

Surabaya – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bakal akan memasukkan anggaran pembangunan untuk Mass Rapid Transportation(MRT) di dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran (APBD TA) 2017 dipastikan akan menghadapi banyak tantangan.

Vinsensius anggota Komisi C Bidang Pembangunan Dewan Perwakilan rakyat Daerah (DPRD) Surabaya menyampaikan, perkiraan anggaran yang besar untuk MRT sebaiknya dipergunakan untuk revitalisasi infrastruktur kota, terlebih dari ancaman banjir.

Masih kata Vinsensius, apabila Pemkot tetap kukuh dan memasukkan anggaran MRT jalur Utara ke Selatan dalam APBD 2017 dapat dipastikan bakal membebani anggaran.

Vinsensius mengatakan, sudah sangat jelas bahwa pemerintah pusat lewat Kementerian Perhubungan Republik Indonesia (Kemenhub RI) telah penolakan proyek tersebut dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Bahkan Peraturan Presiden (Perpres) hingga sampai saat ini tidak dilekuarka oleh Presiden RI.

“Harusnya Pemkot itu instropeksi, demi mengejar ambisi lantas kesejahteraan rakyat terkurangi dan terbebani lewat pembiayaan APBD,” kata Vinsensius.

“Saat ini yang lebih dibutuhkan adalah belanja program APBD untuk pengendalian Banjir,‚ÄĚ tambahnya.

Menurut Awey, saat ini di Surabaya, ada banyak saluran dari hilir ke hulu, dari saluran primer ke sekunder juga tertier yang belum tersambung sesuai dengan kapasitas yang baik. Bahkan Setiap tahun Surabaya digenangi air dari segala penjuru.

“Ada banyak beban APBD, sehingga jangan ditambahkan lagi beban pembiayaan Trem ini yang semula merupakan 100 persen beban APBN sesuai dengan Perjanjian Kerjasama Pemkot dengan Kemenhub,” ungkapnya.

“Silahkan pilih, Trem atau kita kebanjiran, saya tetap akan melakukan penolakan, meski kemungkinan besar juga akan kalah mengingat partai penguasa mempunyai suara lebih besar untuk menerimanya,‚ÄĚ paparnya.