Adanya Anggaran Ganda Di Dunia Pendidikan

M Iksan

M Iksan

Surabaya – Berbagai cara dilakukan untuk mewujudkan sesuatu walau hal tersebut sangat bertentangan dengan kebijakan pemerintah.

Seperti yang terjadi pada Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 52 Surabaya. Sumbangan tersebut ditujuka kepada seluruh orang tua murid.

M Ikhsan Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Surabaya mengatakan, telah melakukan penyelidikan ke SMPN 52 Surabaya

Iksan menyampaikan, penarikan iuran itu dilakukan oleh paguyuban wali murid untuk menambah sarana prasarana sekolah. “Nanti hasil sumbangannya akan dilaporkan ke wali murid,” kata Iksan.

Masih kata Ikhsan, untuk penambahan sarana prasaran berupa komputer memang sudah ditambah oleh Dindik Surabaya.

“Memang tujuan penarikan sumbangan paguyuban itu untuk membeli komputer, sedangkan Diknas sudah mengirim komputer,” ungkapnya.

“Sumbangan ini sifatnya sukarela, tapi kalau ada wali murid yang keberatan, uangnya kita kembalikan,” paparnya.

“Saya bertanya soal sumbangan infaq, terus dijelaskan bahwa infaq karena sukarela dari wali murid, kalau semua orang tua setuju, maka tidak jadi persoalan,” terangnya.

“Lalu saya meminta untuk meneliti lagi wali murid yang tidak mampu, ada 1 yang tidak mampu dan saya minta jangan di kenakan, akhirnya sumbangan di putuskan terendah sebesar Rp (rupiah) 5000 untuk setiap wali murid,” pungkasnya.

Disadari atau tidak dengan adanya sumbangan tersebut dapat dipastikan akan ada anggaran ganda yang diterima oleh pihak sekolah.