Menjual Obat Palsu, Sanksinya Tutup

Febria Rahmanita

Febria Rahmanita

Surabaya – Dinas kesehatan (Dinkes) Surabaya bersama dengan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) setiap bulan memantau peredaran obat di toko obat guna mengantisipasi beredarnya obat palsu.

Febria Rahmanita Kepala Dinkes Surabaya mengatakan, pantauan yang dilakukan menyasar semua toko obat yang ada, termasuk toko obat china.

“Sebulan sekali semua tempat toko obat kita supervisi,” kata Febria.

Masih kata Febria, semua jenis obat yang beredar harus mengantongi izin. Apabila ditemukan adanya obat palsu sanksi sangat tegas berupa penutupan.

“Itu bisa pidana, makanya termasuk pelanggaran keras,” tegasnya.