Pakar Kritik, Pansus Paparkan

Anugrah Ariyadi

Anugrah Ariyadi

Surabaya – Profesor Djoko Mursinto pakar ekonomi dari Universitas Airlangga (Unair) melontarkan kritikan tajam pada Rancangan Peraturan Daerah Kawasan Tanpa Rokok (Raperda KTR).

Junaedi anggota Panitia Khusus (Pansus) Raperda KTR Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya menyampaikan, salah satu alasan dibuatnya Raperda KTR dikarenakan prihatin dengan banyaknya pelajar yang dengan bebas membeli rokok di sejumlah toko dan merokok di sembarang tempat.

“Kami prihatin, mestinya mereka yang belum cukup umur dilarang sesuai Perda nomor 05 tahun 2008 tentang Kawasan Tanpa Rokok dan Kawasan Terbatas Merokok (KTR/KTM),” tambahnya.

“Perda larangan merokok mandul, jadi harus ditegakkan, jika tidak segera diketati lambat laun generasi muda rawan terkena penyakit kanker dan lainnya,” ulasnya.

Anugrah Ariyadi Ketua Pansus Raperda KTR memastikan pihaknya akan serius dalam pembuatan Raperda ini. “Banjarmasin patut dicontoh dalam penegakkan Perda KTR, meskipun tidak ada pabrik rokok, disana penegakkan Perda KTR sangat tegas,” terangnya.

Anugrah menyapaikan pembuatan Raperda KTR tidak bertujuan menutup pabrik rokok di Surabaya, hanya ingin membatasi saja.