Diundang Selalu Mangkir

Saat Komisi C Tengah melakukan Dengar Pendapat

Saat Komisi C Tengah melakukan Dengar Pendapat

Surabaya – Dengar pendapat terkait bangunan cagar budaya yang telah diruntuhkan oleh PT Jayanata di Komisi C bidang Pembangunan (Pemb) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya berlangsung singkat.

Bahkan perwakilan dari PT Jayanata yang datang rupanya tidak memiliki kewenangan dalam mengambil kebijakan. Ketika dikonformasi terkait kasus tersebut, sama sekali tidak memberikan statemen.

“Rapat ini langsung kami tutup karena pihak Jayanata tidak memiliki itikad baik,” kata Bukhori Imron Wakil Ketua Komisi C DPRD Surabaya.

“Pimpinan yang selalu diundang tidak pernah datang dan selalu diwakilkan, dan wakilnya dari marketing,” tambahnya. “Pimpinannya yang kita undang untuk mengatahui, bagaimana bangunan itu bisa dibongkar,” ungkapnya.

Bukhori menyampaikan, Komisi C DPRD Surabaya akan mengambil langkah yang disebabkan PT Jayanata tidak pernah sekalipun datang untuk menjelaskan.

Mencuatnya kasus tersebut ketika rumah tempat Bung Tomo membakar semangat pemuda-pemuda Surabaya untuk melakukan perlawanan terhadap penjajah dirobohkan oleh PT Jayanata.