Warga Keberatan, 3 Tahun

Fatkur Rohman

Fatkur Rohman

Surabaya – Di sela-sela pembahasan Rancangan Peraturan Daerah Izin Pemakaian Tanah (Raperda IPL). Rupanya Subakri Ketua Rukun Tetangga (RT) 05, Rukun Warga (RW) 09 Kalidami mengeluhkan terkait rencana pelepasan tanah surat ijo yang dikonversikan dengan nilai Nilai Jual Obyek Pajak (NJOP) hanya diberi selama waktu 3 tahun.

“Kalau untuk menjadi sertifikat, kemudian harus mencicil Rp (rupiah) 8 juta,” tambahnya. “Berat bagi kami, pegang uang segitu saja tidak pernah,” ungkapny.

“Warga di Kalidami rata-rata adalah menengah kebawah, mohon kalau nilai pelepasan tidak bisa diturunkan, paling tidak jangka pelunasannya bisa diperpanjang, tidak 3 tahun,” paparnya.

Fatkur Rohman anggota Komisi A bidang Pemerintaha (Pem) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya mengatakan, menyikapi pelepasan aset ini pemerintah tetap harus berhati-hati dan memperhatikan peraturan yang ada namun juga tidak boleh kemudian memberatkan warga kota Surabaya.

Maria Theresia Ekawati Rahayu Kepala Dinas Pengelolaan Bangunan dan Tanah (DPBT) Surabaya menjelaskan, berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) nomor 17 penjualan aset pemerintah minimal sesuai dengan NJOP.

“Tidak bisa dibawah NJOP,” kata Maria. “Sampai sekarang belum ada regulasi yang memperbolehkan melepas aset tanpa mengganti 100 persen sesuai NJOP,” ungkapnya.

“Namun perihal usulan bahwa durasi pelunasan yang mungkin bisa lebih dari 3 tahun, bisa kita bicarakan kembali,” ujarnya.

Fatkur menyampaikan, dirinya mendorong agar Komisi A mengagendakan ulang rapat pembahasan pelepasan tanah surat ijo ini.

“Coba kita cari skema terbaik, pemerintah tidak salah secara aturan dan warga kota Surabaya juga tidak berat dalam hal cicilannya,” pungkasnya.

Perlu diketahui, berdasar data Pemkot Surabaya hingga sekarang ini pemegang surat ijo mencapai 46.611 orang. Luas tanah aset Pemkot yang diterbitkan surat ijo mencapai 8.319.081,62 meter persegi (m2).

Sebagian besar berada di Gubeng sebanyak 9.212 persil dan Wonokromo 7.073 persil. Bahkan hampir semua kecamatan di Surabaya memiliki surat ijo. Dari jumlah yang ada, setidaknya ada 36 ribu persil warga yang memenuhi syarat.