Pertanyakan Jelasan Dolly

Sukadar

Sukadar

Surabaya – Kejelasan warga yang menempati eks lokalisasi Dolly maupun Jarak kembali diungkit dan dinilai tidak mendapatkan perhatian penuh dari Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

Hingga saat ini Pemkot Surabaya dinilai belum mempunyai program yang jelas dan pasti terkait masa depan wilayah Putat Jaya akibat penutupan Lokalisasi.

“Bukan minta untuk dimanjakan, tetapi harusnya Pemkot Surabaya yang dalam hal ini Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya mempunyai skala prioritas terhadap pemulihan ekonomi masyarakat Putat Jaya yang terdampak,” kata Sukadar anggota Komisi C bidang Pembangunan (Pemb) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya.

“Saya tidak bicara soal Pekera Seks Komersial (PSK) ataupun mucikari, tetapi ini hanya untuk warga terdampak penutupan itu,” tambahnya.

Kadar menambahkan, rencana Pemkot Surabaya yang akan menjadikan area perdagangan itu harusnya dilakukan percepatan, karena kebutuhan ekonomi keluarga warga terdampak tidak bisa ditunda-tunda.

“Kami paham jika untuk membuat wilayah Putat jaya menjadi pusat perdagangan atau yang lainnya tidak semudah membalik tangan,” ungkapnya.

“Namun yang paling utama adalah melakukan percepatan pemulihan ekonomi warga terdampak yang sebelumnya menggantungkan perekonomian keluarganya di keberadaan lokalisasi,” tandasnya.

“Tidak memungkiri bahwa Pemkot juga telah berbuat sesuatu disana yakni program pelatihan dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), tetapi coba lihat sendiri kenyataannya,” terangnya.

“Apakah upaya Pemkot mengentas perekonomian warga terdampak itu berhasil sesuai yang diharapkan, tentu jawabnya belum, dan yang perlu diingat, warga terdampak itu jumlahnya cukup besar karena terdiri dari 5 RW,” pungkasnya.