Unas Jangan Sampai Ada Siswa Yang Dirugikan

Saiful Rachman, Kadispendik Prov Jatim

Saiful Rachman, Kadispendik Prov Jatim

Jawa Timur, portal nasional – Pelaksanaan kurikulum pendidikan yang memakai kurikulum 13 (K-13) dan kurikulum 2006 dipastikan merupakan kendala dalam pelaksanaan Ujian Nasional (unas) maupun Ujian Sekolah (usek).

Di jawa Timur, sekolah yang mendapatkan ijin dari kemendigbud (Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan) untuk melaksanakan K-13, jumlahnya tidak lebih dari 5% dari jumlah sekolahan yang ada, meski pada kenyataan beberapa kota di Jawa Timur melaksanakan K-13 tersebut tanpa mengantongi ijin dari kemendikbud.

Dalam pelaksanaan unas dan usek Jawa Timur tahun 2016, dari Daftar Nominasi Sementaa (DNS) jumlah siswa peserta unas dan usek mencapai 1,6 juta siswa peserta.

Saiful Rachman, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur dan juga Ketua Panitia Unas Jawa Timur mengungkapkan, data sementara yang telah masuk ke provinsi untuk jenjang SMA sebanyak 237.296 siswa, untuk jenjang SMK 200.406 siswa dan untuk siswa jenjang SMP/MTs sebanyak 593.108 siswa.

Sedangkan untuk ujian sekolah SD/MI ada sekitar 643 ribu siswa peserta.

‚ÄúSampai saat ini total ada sekitar 1.673.810 siswa peserta unas dan usek. Dan jumlah ini akan terus bertambah hingga 22 Januari 2016,‚ÄĚ kata Saiful Rachman

Sedang untuk peserta ujian kejar paket yang bisa mendaftarkan peserta di tahun 2016 ini hanya Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang memiliki Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN).

Saiful Rachman berharap jangan sampai ada siswa yang dirugikan karena tidak bisa mengikuti ujian nasional. Sebelum aplikasi pendataan benar-benar ditutup, seluruh siswa harus sudah terdaftar./*