Diperiksa Sebagai Tersangka

uang dalam petiJakarta – Pemeriksaan terhadap beberapa orang yang diyakini mengetahui aliran dana suap Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban Tahun Anggaran (LKPJ TA) 2014 serta pengesahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran (APBD TA) 2015 di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba).

Kali ini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Pemeriksaan terhadap Islan Hanura merupakan Wakil Ketua DPRD Muba sebagai tersangka.

Perlu diketahui, DPRD Muba meminta bagian senilai Rp (rupiah) 20 miliar dari nilai total anggaran sekitar Rp 2 triliun untuk kelancaran pembahasan LKPJ 2014 maupun pengesahan APBD 2015 Muba.

Dana yang mengalir ke legislator untuk Riamon Iskandar Ketua DPRD, Islan Hanura serta Darwin AH masing-masing mendapat Rp 100 juta.

Ujang M Amin, Bambang Kariyanto, Jaini, Adam Munandar, Parlindungan Harahap, Depy Irawan, Iin Pebrianto, Dear Fauzul Azim yang menjabat sebagai Ketua Frkasi masing-masing mendapat Rp 75 juta.

Sedangkan Yulisman, Tapriansah, Abusari, Suparman Sy Bahri, Erni Elyanti, Sumarno, Ely Januari, Sodingun, Jonkenedi, Ismawati, Ismail, Ahmadi, Nyadi Yanto, Bahrul, Sugondo, Marzuki, Ziadatulher, Ciptarokusro, C. Kawairus Effendy, Edi Hariyanto, Paimin dan Supriasihatin sebagai anggota mendapat Rp 50 juta.

KPK untuk kasus tersebut telah enetapkan tersanka untuk Bambang Karyanto, Faisyar, Syamsudin Fei dan dan Adam Munandar Riamon Iskandar, Wakil Ketua DPRD Muba Darwin A H , Islan Hanura, serta Aidil Fitri, Pahri Azhari maupun Lucianty.