PPDB Banyak Dikeluhkan

Sugito

Sugito

Surabaya – Tidak sedikit keluhan yang muncul dari orang tua siswa pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) mulai tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas/Kejuruan (SMA/K).

Hal tersebut menjadi perhatian kalangan Komisi D bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya.

Sugito anggota Komisi D DPRD Surabaya menyampaikan, meskipun di Surabaya telah diberikan anggaran yang cukup untuk pendidikan. Namun masih dianggap belum bisa memberikan fasilitas pendidikan yang layak bagi seluruh warganya.

“Saya memberikan apresiasi kepada Diknas Surabaya (Dindik) yang telah berhasil menyelenggarakan PPDB online dengan lancar,” tambahnya.

“Namun disisi lain, sampai hari ini saya telah mendapatkan banyak keluhan dari masyarakat terkait PPDB, utamanya dari keluarga miskin (gakin) yang gagal dalam proses PPDB,” ucapnya.

“Kalau tidak ada solusinya, lantas mau dikemanakan mereka itu, gakin tentu tidak mungkin bisa bersekolah di swasta karena faktor biaya,” terangnya. “Kalau fenomena ini terus dibiarkan, berarti pemerintah tidak berhasil memberantas kebodohan,” jelasnya.

“Saya minta kepada pemerintah daerah dan pusat, untuk segera memberikan solusi secara cepat, karena hal ini menyangkut hak warga dan nasib calon siswa, utamanya yang berlatar belakang keluarga tidak mampu,” paparnya.

Sugito mengungkapkan, program tersebut ternyata sudah lama diterapkan di sejumlah Negara maju seperti di Belgia, Nederland, Luxemberg (Benelux).

Dimana warga negara itu justru menghindari anaknya bersekolah di sejumlah sekolah negeri karena tidak ingin di cap sebagai keluarga yang berstatus miskin.