Armuji Marah-Marah

Pemilihan Cak Dan Ning

Pemilihan Cak Dan Ning

Surabaya – Armuji ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya angkat bicara terkait penghentian pemilihan program Cak dan Ning Surabaya tahun 2015.

“Kapan hari itu, paguyuban Cak dan Ning mendatangi saya,” kata Armuji. “Mereka kaget, karena disaat mereka bertanya kegiatan progam Cak dan Ning ke Dinas Pariwisata (Disparta) Surabaya ternyata progam itu akan dihilangkan,” tambahnya.

“Karena tidak ada anggarannya dari, makanya mereka lapor kepada saya,” ungkapnya. “Saya merasa, selama 4 tahun jabatan kepala Disparta dipimpin Wiwiek Widyanti, wisata kota Surabaya ini hancur,” paparnya.

“Karena, dia tidak mempunyai jiwa seni dan tidak bisa melindungi surabaya menjadi tempat wisata yang diandalkan, ini sangat ironis sekali,” sesalnya.

Armuji menambahkan, seharusnya Disparta harus lebih fokus dengan urusan icon di kota Surabaya. Jangan hanya mengurusi masalah perijinan Rumah Hiburan Umum (RHU).

“Dewan siap kok mencarikan sponsor untuk menggelar progam Cak dan Ning ini, anggarannya tidak terlalu banyak,” janjinya.

“Dan anak-anak itu nggak perlu pakek hadiah udah seneng kok, terlalu itu adalah dinas pariwisatanya, dan dia wajib di ganti, agar wisata surabaya bisa kembali hidup,” jelasnya.

Wiwiek tidak menanggapi pernyataan dari Armuji. Bahkan dihadapan wartawan, Wiwiek sama sekali tidak memberikan stateman terkait hilangnya program Cak dan Ning Surabaya mendatang.