Silakan Periksa Semuanya

Anugrah Ariyadi

Anugrah Ariyadi

Surabaya – Anugrah Ariyadi Wakil Ketua Komisi A bidang Hukum dan Pemerintahan (Hum Pem) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya membantah bahwa dirinya telah meminta sejumlah uang kepada warga sebesar Rp (rupiah) 8 juta terkait sengketa lahan di Medokan Semampir Kecamatan Sukolilo.

“Saya tidak pernah meminta uang sepeserpun kepada warga, saya pastikan kabar itu tidak benar,” bantahnya.

Anugrah menambahkan, tudingan yang diarahan ke dirinya dengan menyebutkan dirinya meminta uang Rp 3 juta untuk berangkat ke Jakarta harus diklarifikasi.

“Saya ke Jakarta itu dengan biaya Anggaran Pendapatn dan Belanja Daerah (APBD), mulai untuk tiket pesawat, hotel dan keperluan lainnya, saya juga bertanya-tanya kenapa keberangkatan ke Jakarta itu bersamaan dengan rencana eksekusi lahan yang ke dua, ada apa ini,” katanya.

“Saya sekarang bukan advokad lagi, lalu buat apa saya minta uang buat advokasi, saya sekarang menjadi anggota dewan komisi A, jadi uang-uang itu tidak benar,” terangnya.

Anugrah balik menantang agar semua hand phone milik anggota Komisi A serta seluruh anggota dewan yang diduga terlibat dikumpulkan.

Langkah itu diperlukan untuk membuktikan siapa oknum yang melakukan pertemuan sembunyi-sembunyi dengan Johannes kuasa hukum PT SAC.

“Itu jika serius ingin mngungkapnya, kalau serius Badan Kehormatan (BK) bisa turun tangan, bahkan jika perlu sekalin saja di bawah ke ranah hukum masalah ini,’ tegasnya.

“Saya siap kapan saja saja HP saya diperiksa, sekarang atau kapanpun saya siap memebrikan HP saya,” pungkasnya.