Pemkot Harus Berani Black List

Box Culvert Balongsari Tama

Box Culvert Balongsari Tama

Surabaya – Kinerja dari Dinas Pekerjaan Umum(PU) Bina Marga Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya harus di evaluasi secara menyeluruh.

Banyak permasalahan pembangunan yang proyeknya tidak kunjung selesai. Seperti halnya kasus pembebasan lahan Midle East Ring Road (MERR) IIC yang diperiksa oleh pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya.

Hal serupa juga terjadi pada proyek pembuatan selokan tepatnya di jalan akses yang mengarah ke pemukiman warga. Proyek pembangunan box culvert Balongsari Tama dengan anggaran Rp (rupiah) 3,5 milliar. Pelaksanaannya sungguh memprihatinkan terlebih pada pengerjaannya disampaing itu tidak juga selesai.

“Macetnya minta ampun, kalo sore dan pagi hari, maklum jalan menyempit dan berlubang, saya saja sudah pernah jatuh terpeleset karena tidak tahu kalo ada lubang,” kata Hendrik warga Balongsari Madya.

“Saya tidak pernah lewat jalan raya saat mengantar sekolah, karena takut jatuh, apalagi macet,” keluh Kholifah Warga Balongsari Tama Barat.

Perlu diketahui, Proyek pemasangan box culvert Balongsari Tama yang masih berlangsung sengaja dikebut oleh PT Pundi Kencana Makmur (PKM) selaku kontraktor untuk mengejar deadline pembangunan pada tanggal 03/02 hingga tanggal 31/12/2014 mendatang.

“Hal ini sangat disayangkan dan perlu ada evaluasi atas proyek tersebut,” tegas Herlina Harsono Nyoto merupakan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya.

Herlina menambahkan, bukan hanya pihak kontraktor yang di evaluasi kinerjanya. Namun juga dinas terkait yang merencanakan proyek tersebut juga perlu di evaluasi.

Dirinya mengatakan, dalam sebuah pembangunan proyek, kedua pihak bisa sama-sama melakukan kesalahan, hingga memunculkan dampak sosial.

“Perencanaannya pihak Dinas PU, sehingga keduanya harus di evaluasi. Kalo memang yang salah kontraktornya, ya Pemkot bisa memblack-list,” pungkasnya.