Jalur Ganda Masih Dirasa Kurang Perlu

Jalur Ganda Rel Kereta Api

Jalur Ganda Rel Kereta Api

Surabaya – Pengaktifan jalur ganda rel Kereta Api (KA) pada kawasan wilayah utara surabaya mendapat sorotan dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah(DPRD) Surabaya.

Sebab keberadaan jalur ganda KA pada kawasan tersebut tentunya akan menimbulkan permasalahan baru, dan hal tersebut tentu akan dirasakan oleh warga sekitar rel KA.

Pada kawasan sepanjang rel KA di Kalimas hingga menuju Pasar Turi, misalnya. Dengan diaktifkannya jalur rel ganda KA, tentu saja intensitas akan semakin padat dan dampak yang dialami oleh pengguna jalan lain jelas pasti terganggu.

Budi Leksono anggota DPRD Surabaya mengatakan, sebenarnya jalur ganda rel KA pada sisi wilayah utara surabaya masih belum diperlukan.

Budi menambahkan, selain jalur perlintasan KA yang berhimpit dengan rumah penduduk, kondisi tersebut semakin parah, apabila KA melintas jelas menghambat kelancaran arus lalu-lintas.

“Apalagi kalau sore hari bisa dibayangkan arus kereta barang hilir mudik menyebabkan jalan jadi macet,” ungkapnya. “Saya kira pengefektifan jalur ganda rel KA belum perlu,” yakinnya.

Masih kata Budi, kemacetan itu disebabkan jumlah angkutan barang yang panjangnya bisa mencapai 30 gerbong dengan panjang masing-masing gerbong mencapai mencapai 12 meter.

Budi berkeyakinan, rencara yang akan dilakukan dengan pembangunan jalur ganda KA tidak dlaksananakan dalam waktu dekat. Bahkan dirinya mengharapkan supaya rencana pembangunan jalur tersebut ditunda.