Harun, Dongeng Bisa Membantu Program Pemerintah Wujudkan Indonesia Lebih Berkarakter

harun memukul gong pertanda dibukanya festifal dongeng pendidik se jawa timur

harun memukul gong pertanda dibukanya festival dongeng pendidik se jawa timur

Jawa Timur – Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur melalui Bidang Pendidikan Non Formal, Informal (PNFI) dan Nilai Budaya menggelar ‚ÄúFestifal Mendongeng/Bercerita Budi Pekerti Bagi Guru PAUD & TK”. Diselenggarakan festifal ini untuk mendorong, mengangkat kembali budaya mendongeng karena mendongeng bukanlah hal yang mudah bagi seorang guru. Mendongeng atau bercerita adalah sebuah aktifitas untuk membuat siswa yang mendengar bisa menikmati dan memahami pesan moral yang disampaikan. Dengan adanya lomba ini, para pendidik mampu termotivasi dan kreatif dalam pembelajaran dikelas.

Menurut Harun, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, dongeng bisa membuat anak berlogika. ‚ÄúDulu dongeng cenderung menceritakan tentang alam, kesenian, dan lainnya. Sekarang, dongeng bisa disisipii muatan lokal yang tujuannya sama, yakni menanamkan karakter pada anak,” kata Harun.

Harun juga mengatakan bahwa lomba mendongeng harus bisa di protect sebagai salah satu upaya untuk melindungi warisan leluhur yang mengandung nilai-nilai luhur dan sesuai dengan pendidikan karakter saat ini.

“Lomba atau festifal semacam ini harus dikembangkan dan ditingkatkan terutama perihal penilaian dan kualitas cerita atau dongeng yang disampaikan. Karena dongeng harus mempunyai filosofi dan makna yang mendasar, sehingga orang yang mendengarkan dongeng tersebut mempunyai kesan yang melekat,” jelas Harun.

Harun berpesan agar hasil lomba mendongeng ini bisa dibukukan dan bisa dijadikan sebagai buku dongeng pegangan guru TK dan PAUD di Jatim sebagai bentuk apresiasi kepada para peserta lomba, dan juga sebagai bukti bahwa Jawa Timur kaya akan guru-guru yang kreatif yang mampu melahirkan karya-karya bagus dibidang pendidikan.

“Dongeng bisa membantu program pemerintah mewujudkan Indonesia yang lebih berkarakter. Jangan jadi orang pandai saja, tapi juga pandai dan berkarakter untuk membangun bangsa,‚ÄĚ papar Harun.

Menurut Nazor, Kepala Bidang PNFI dan Nilai Budaya, tujuan dilaksanakan kegiatan tahunan ini untuk mengembangkan potensi guru PAUD dan TK terutama kemampuan untuk mendongeng dan bercerita. Disamping itu juga untuk meningkatkan integrasi pendidikan karakter dalam penulisan naskah mendongeng.

Festival dongeng 2014 ini diikuti oleh 76 guru TK dan Kelompok Bermain, 76 penulis naskah PAUD, dan 76 penulis naskah dongeng tingkat Dinas Pendidikan kabupaten / kota se-Jawa Timur. Tiap kategori akan diambil 10 besar, yang masing-masing peserta berhak atas dana sebesar 10 juta rupiah./par