Polri Mengakui, TNI AD Masih Diam

Tenaga Kerja Indonesia

Tenaga Kerja Indonesia

Jakarta – Pihak dari Kepolisian Republik Indonesia (Polri) pada akhirnya mengakui. Memang ada keterlibatan beberapa anggota polisi melakukan perampasan uang para Tenaga Kerja Indonesia Rp (rupiah) 2,5 juta perorang.

Semua itu berkat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Badan Reserse dan Kriminal Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia Bareskrim Mabes Polri juga Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Bandara internasinal Soekarno Hatta.

Seperti yang disampaikan Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol) Ronny F Sompie Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Humas) Mabes Polri, mereka itu dari anggota Kepolisian Resor (Polres) Kepulauan Seribu dan anggota Polres Metro Jakarta Barat.

Hingga berita ini diturunkan hanya pihak dari Kepolisian yang mengakui hal tersebut. Sedangkan dari Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) belum memberikan stateman resminya.