Indonesia Akan Dipimpin Figur Raja Daud Tahun 2014, Antara Prabowo Dan Jokowi ( Bagian – 5 )

Surabaya, portal-nasional.co

prabowo dan jokowiSemakin hangatnya situasi politik dalam menaikkan elektabilitas calon presiden akhir Рakhir ini mengigatkan kita semua agar menahan diri dari godaan Рgodaan kepentingan sesaat dan harus berfikir besar dan bergagasan besar untuk kepentingan bangsa dan negara dan bahkan memikirkan kepentingan masyarakat dunia,  menurut penulis jauh lebih berpahala berfikir besar dari pada membicarakan kampanye hitam dan sejenisnya, sementara kita semua sudah sepakat bahwa indonesia ini adalah bangsa yang besar.yang akan melahirkan Рpemimpin Рpemimpin besar yang lahir dari bangsa ini sesua kebutuhan jamannya.

Pemimpin besar seperti halnya bapak kita Soekarno yang dilahirkan pada jamannya untuk berfikir besar dan berbuat besar pada bangsa ini untuk membebaskan bangsa ini dari tangan penjajahan dan bangsa – bangsa didunia harus terbebas dari penjajahan oleh karena itu kita tidak boleh lupakan sejarah ini sekarang ini jaman dan eranya sudah sangat berbeda dengan jaman bapak- bapak kita yang mendirikan bangsa ini, tentu karena jaman dan keadaan yang berbeda tersebut pemimpin yang dilahirkan pun akan sesuai dengan jaman sekarang ini justru lebih arif jika calon pemimpin kita ini menjadi dirinya sendiri bukan menjadi diri orang lain apalagi kalau di klaim seperti bapak soekarno misalnya sudah kurang pas sebab jaman sekarang ini dunia sudah semakin global tanpa blok – blok yang ada saat itu dan yang diperlukan sekarang bagaimana menguasai dunia ini secara ekonomi dan secara teknologi yang diperlukan masyarakat dunia pemimpin yang seperti inilah yang akan dilahirkan pada saat ini..

Penulis hanya berharap jika pemimpin besar yang dilahirkan dari anak jaman bangsa ini adalah pemimpin yang mendunia dan disegani oleh bangsa Рbangsa lain di dunia tentu pemimpin seperti yang kita harapkan tersebut akan menjadi kuat dalam pemerintahan dapat disegani legislatif dan yudikatif dapat menempatkan dirinya saat kapan jadi kepala negara dan kapan menjadi kepala pemerintahan sebab konstitusi kita masih seperti itu, seorang presiden misalnya harus mampu meningkatkan kwalitas hidup berbangsa dan bernegara yang semakin baik dan pemerintahan yang dibangun akan menjadi efisien dan pemerintahan akan semakin efektif meningkatkan pengawasan agar perencanaan, pelaksanaan dan tujuan akan tercapai untuk kita sangat berharap jika calon presiden kita ini selaku pemimpin besar ingin mendengar seperti apa pemerintahan yang efisien dan efektif yang akan dilakukannya jika terpilih misalnya Pemerintahan Daerah kita ini sebaiknya di otonomkan dimana? di propinsi atau di kabupaten kota? untuk tujuan efektifitas dan efisiensi apakah akan merubah otonomi ini sebab saat ini otonomi di semua tempat baik propinsi maupun kabupaten kota dan bahkan Desa bahkan ada yang otonomi khusus  sementara Keuangan masih sentralisasi di pemerintah pusat dan DAU Dan DAK di berikan pusuat sesuai perimbangan keuangan pusat dan Daerah.

Tidak kalah petingnya misalnya presiden yang menganut sistem presidential misalnya kementerian tersebut tidak terlalu besar sepertinya diciptakan untuk mengakomodasi kepentingan koalisi dan bahkan ada yang tumpang tindih, misalnya saja kementerian sosial, ada basarnas,  Badan Penangulangan Bencana, ada kementerian Daerah tertinggal ada Kementerian tenaga kerja dan transmigrasi ada kementerian pemberdayaan wanita ada kementeria ekonomi kreatifitas sepertinyas tugas ini dapat dilakukan satu kementerian sebab tugas tersebut sudah di otonomkan ke daerah, perindustrian perdagangan misalnya dulu sudah disatukan sekarang pisah kembali,

Seorang presiden misalnya harus dapat menempatkan kejaksaan agung dan kepolisian negara pada tempat dan porsi yang dapat berhubungan kerja kepada presiden selaku kepala negara agar terlepas dari konflik kepentingan jika berhubungan kerja kepada presiden selaku kepala pemerintahan akan terkesan di masyarakat semua bisa di atur dalam hukum sebab akan ada rasa dalam penegakan hukum tersebut jika sudah berhubungan dengan presiden akan tumpul dalam penegakannya bagai mana mungkin seorang kapolri berani kepada presiden dan seorang jaksa agung dalam memberi petunjuk dalam penyidikan berani metersangkakan seorang presiden hal hal seperti ini menurut penulis gagasan – gagasan besar seorang presiden yang besar yang akan lahir dari bangsa ini,

Seorang presiden misalnya dalam kedaulatan bangsa dan negara terhadap bangsa lain di dunia mampu menempatkan TNI dalam porsinya selaku penjaga kedaulatan bangsa dan mampu merepormasi TNI agar betul – betul sesuai Tupoksi TNI yang profesional sehingga efisiensi dapat dilakukan dengan mengurangi tugas teritorial yang selama ini masih di emban TNI kita mohon maaf kepada TNI, sekali lagi saya mohon maaf saya bukan ada kepentingan apapun dalam hal ini sebab saya dan mungkin kebanyakan masyarakat lainnya berharap seorang presiden harus mampu melakukan ini agar efisiensi dan efektifitas dapat kita lakukan agar daya saing kita dengan negara lain akan semakin baik jika hal ini dapat kita lakukan. ( Bersambaung )